Jateng

Paskah 2024: Memahami Makna serta Sejarah Perayaan Kamis Putih, Masa Awal Tri Hari Suci Menuju Paskah

Theo Adi Pratama | 25 Maret 2024, 13:12 WIB
Paskah 2024: Memahami Makna serta Sejarah Perayaan Kamis Putih, Masa Awal Tri Hari Suci Menuju Paskah

AKURAT.CO, Kamis Putih, sebuah perayaan penting dalam kalender liturgi umat Kristiani, menandai awal dari Tri Hari Suci menuju perayaan Paskah.

Dalam momen ini, umat Kristiani memperingati peristiwa penting dalam kehidupan Yesus Kristus yang membawa makna keselamatan bagi umat manusia.

Mari kita telaah lebi lanjut mengenai pengertian serta sejarah dari perayaan Kamis Putih yang begitu berarti bagi umat Kristiani.

Baca Juga: Mengenang Masa Tri Hari Suci: Makna Terdalam dari Masa Kamis Putih, Jumat Agung, hingga Paskah Dalam Iman Kristiani

Pengertian Kamis Putih

Kamis Putih adalah peringatan perjamuan terakhir yang dilakukan Yesus Kristus kepada murid-murid-Nya sebelum dia ditangkap di Taman Getsemani dan akhirnya disalibkan serta dibangkitkan.

Perjamuan terakhir ini menjadi momen penting yang menandai kedekatan Yesus dengan kematian-Nya.

Istilah "Kamis Putih" sendiri kemungkinan besar berasal dari istilah "Holy Thursday" dalam bahasa Inggris atau "Kamis Suci" dalam bahasa Indonesia, mengingat putih sering kali melambangkan kesucian.

Sejarah Kamis Putih

Asal-usul perayaan Kamis Putih dapat ditelusuri hingga abad ke-4.

Pada hari itu, ekaristi dirayakan dua atau tiga kali sebagai bagian dari rangkaian perayaan yang berkaitan dengan Paskah.

Sejak tahun 1956, Kamis Putih dirayakan secara khusus di gereja-gereja Katolik Roma dengan liturgi yang mencakup konsekrasi minyak suci untuk tahun yang akan datang dan juga memperingati penetapan ekaristi.

Perayaan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Paskah yang dimulai dari Rabu Abu hingga Paskah.

Baca Juga: Perayaan Misa Minggu Palma: Suasana Meriah Perarakan di Gereja Santa Theresia Bongsari Semarang

Perjamuan Malam Terakhir

Kamis Putih juga dikenal sebagai peringatan Perjamuan Malam Terakhir Yesus dengan para murid-Nya.

Peristiwa ini memiliki makna yang mendalam, di mana Yesus menetapkan Ekaristi atau Misa Kudus.

Dalam perjamuan ini, Yesus membagikan roti yang diambil-Nya kepada murid-murid sambil berkata bahwa roti itu adalah tubuh-Nya yang diserahkan bagi umat manusia.

Begitu pula dengan anggur yang Yesus bagikan, di mana itu adalah darah-Nya yang ditumpahkan bagi umat manusia.

Peristiwa ini mengandung makna penebusan dan keselamatan bagi umat manusia.

Baca Juga: Makna Daun Palma dalam Perayaan Minggu Palma: Tradisi dan Simbolisme yang Mengiringi Kedatangan Yesus ke Yerusalem

Perayaan di Gereja

Tri Hari Suci dimulai dengan perayaan Ekaristi yang mengenang perjamuan terakhir Yesus dengan murid-murid-Nya.

Selama liturgi Kamis Putih, umat Kristiani mengambil bagian dalam berbagai kegiatan, termasuk pembasuhan kaki, perjamuan ekaristi, dan pemindahan sakramen Mahakudus. Gereja juga didekorasi dengan warna putih sebagai simbol kesucian dan kemurnian.

Kamis Putih adalah awal dari rangkaian perayaan yang mengarah kepada Paskah, perayaan paling penting dalam kalender liturgi umat Kristiani.

Dalam momen ini, umat Kristiani diteguhkan akan makna keselamatan dan penebusan yang Yesus Kristus bawa bagi seluruh umat manusia melalui pengorbanan-Nya yang besar.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.