Misteri Wewe Gombel: Mitos, Legenda, dan Kisah Tragis yang Diungkap dalam Film Marni The Story of Wewe Gombel

JATENG.AKURAT.CO, Ucapan orang tua jaman dulu "Jangan keluar saat maghrib, nanti diculik wewe gombel" mungkin tidak asing di telinga masyarakat Indonesia.
Sosok setan penculik anak ini menjadi legenda yang telah diwariskan turun-temurun.
Mengapa muncul sosok setan penculik anak saat maghrib? Kisah inilah yang nantinya akan diungkap dalam film "Marni: The Story of Wewe Gombel".
Mengungkap Mitos Wewe Gombel
Film "Marni: The Story of Wewe Gombel" mengangkat salah satu mitos terkenal masa lalu, yakni tentang anak-anak yang diculik oleh hantu Wewe Gombel.
Mitos ini selalu digaungkan oleh orang tua untuk menakut-nakuti anak-anak agar tidak keluar rumah menjelang maghrib.
Namun, bagaimana awal mula mitos Wewe Gombel ini muncul?
Asal Mula Mitos Wewe Gombel
Wewe Gombel adalah sosok hantu perempuan yang konon menculik anak-anak kecil.
Berbeda dengan hantu perempuan lainnya yang sering digambarkan sebagai sosok cantik, Wewe Gombel dikenal sebagai perempuan berantakan dengan payudara sangat besar, sebesar tampah atau gentong kecil.
Beberapa cerita menyebutkan bahwa payudara tersebut digunakan untuk menyusui anak-anak kecil yang berhasil diculiknya.
Legenda Wewe Gombel
Mitos Wewe Gombel yang paling terkenal adalah kemunculannya saat matahari terbenam atau menjelang maghrib.
Hantu penculik anak ini akan mengincar anak-anak yang masih berkeliaran di luar rumah.
Oleh karena itu, para orang tua sering menyuruh anak-anaknya untuk segera pulang saat menjelang maghrib.
Anak-anak yang diculik akan dibawa ke sarangnya di pohon-pohon besar, sehingga orang tua menasihati anak-anaknya untuk menghindari pohon besar saat matahari terbenam.
Kisah Tragis di Balik Mitos Wewe Gombel
Ada banyak versi mengenai asal-usul Wewe Gombel, namun yang paling terkenal adalah mitos bahwa Wewe Gombel adalah arwah gentayangan seorang perempuan gila yang bunuh diri di Bukit Gombel, Semarang.
Perempuan ini bunuh diri setelah membunuh suaminya yang berselingkuh karena dia tidak bisa memberikan keturunan.
Setelah tragedi itu, dia dikucilkan oleh masyarakat, menjadi gila, dan akhirnya bunuh diri.
Bukit Gombel sendiri dikenal sebagai salah satu lokasi paling angker di Semarang.
Selain menjadi tempat asal mula mitos Wewe Gombel, Bukit Gombel juga memiliki lokasi angker lainnya, seperti bekas hotel Sky Garden.
Baca Juga: Misteri Hantu Wewe Gombel: Figur Folklor yang Memikat dalam Masyarakat Indonesia
Film "Marni: The Story of Wewe Gombel" menawarkan eksplorasi mendalam tentang mitos dan kisah tragis di balik Wewe Gombel.
Melalui film ini, penonton diajak memahami bagaimana legenda Wewe Gombel telah menjadi bagian dari budaya dan cerita rakyat yang menakutkan, namun juga sarat makna tentang trauma, pengucilan, dan penderitaan.
Film ini tidak hanya mengungkap misteri di balik mitos tersebut, tetapi juga membawa kita merenungkan bagaimana cerita-cerita ini telah membentuk cara kita melihat dunia dan memberi peringatan kepada anak-anak tentang bahaya berkeliaran saat maghrib.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








