Misteri di Stasiun MRT Novena Singapura: Sebuah Kisah Angker Penampakan Hantu Tanpa Kepala di Balik Kenyamanan Bertransportasi

JATENG.AKURAT.CO, Stasiun MRT Novena telah lama dikenal sebagai salah satu stasiun yang ramai dan nyaman digunakan di Singapura.
Namun, di balik keramaian dan kenyamanannya, tersimpan kisah angker yang kerap membuat bulu kuduk merinding bagi sebagian orang.
Menurut cerita yang beredar, terowongan bawah tanah yang menghubungkan stasiun MRT Novena dengan gedung Badan Pajak Singapura sering menjadi tempat munculnya penampakan hantu tanpa kepala.
Kisah seram ini menjadi topik pembicaraan yang menarik, meskipun banyak yang memandangnya sebagai sekadar mitos belaka.
Namun, sedikit yang menyadari bahwa sejarah kelam menyelimuti stasiun ini.
Nama "Novena" sendiri diambil dari sesi doa novena Katolik mingguan yang diadakan di Gereja St. Alphonsus, yang dikenal juga sebagai Gereja Novena, yang berada di dekatnya.
Namun, apa yang mungkin tidak diketahui oleh banyak orang adalah bahwa lokasi ini dulunya adalah sebuah pemakaman Yahudi hingga dipindahkan pada tahun 1985.
Meskipun cerita-cerita mistis mungkin hanya dianggap sebagai mitos, sejarah sebagai bekas pemakaman tetap meninggalkan kesan yang tidak nyaman bagi sebagian orang.
Kehadiran makam yang pernah ada di tempat yang sekarang menjadi stasiun MRT bisa memberikan rasa hormat dan kehati-hatian kepada penggunanya.
Meskipun demikian, stasiun ini tetap merupakan tempat transportasi umum yang penting dan dapat digunakan oleh siapa saja kapan saja.
Namun, penting untuk tetap waspada dan menghormati sejarah yang ada di sekitarnya.
Kisah angker ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu menghargai tempat-tempat yang disucikan, baik yang masih digunakan sebagai pemakaman maupun yang sudah dipindahkan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?










