Jateng

Fakta Unik Vibes! Menguak Perjalanan Sejarah dan Keunikan Stasiun Sidotopo: Simbol Kebangkitan Perkeretaapian Surabaya

Theo Adi Pratama | 9 Oktober 2024, 11:00 WIB
Fakta Unik Vibes! Menguak Perjalanan Sejarah dan Keunikan Stasiun Sidotopo: Simbol Kebangkitan Perkeretaapian Surabaya

JATENG.AKURAT.CO, Stasiun Sidotopo (SDT), sebuah stasiun kereta api besar di Kota Surabaya, tidak hanya merupakan salah satu simpul perkeretaapian terpenting di Indonesia, tetapi juga menyimpan kisah sejarah dan perkembangan yang mengagumkan.

Berlokasi di Jalan Sidotopo Wetan, Simokerto, stasiun ini termasuk dalam Daerah Operasi 8 Surabaya dengan ketinggian +2,5 meter di atas permukaan laut.

Berdiri kokoh sejak awal abad ke-20, Stasiun Sidotopo telah menjadi saksi bisu perjuangan bangsa dan perkembangan infrastruktur kereta api di Indonesia.

Baca Juga: Fakta Unik Vibes! 6 Kota dengan Biaya Hidup Termahal di Indonesia: Tantangan di Balik Pesona Perkotaan

Sejarah Panjang Stasiun Sidotopo

Stasiun Sidotopo didirikan pada tahun 1918 oleh perusahaan kereta api swasta asal Belanda, Staatsspoorwegen (SS).

Setelah pembangunan selesai, stasiun ini mulai aktif digunakan pada tahun 1923 sebagai pusat perbengkelan dan depo lokomotif yang menggantikan fungsi Stasiun Surabaya Kota (Stasiun Semut).

Pembangunan Stasiun Sidotopo dilakukan untuk menanggapi meningkatnya kebutuhan akan perawatan dan penyimpanan lokomotif yang semakin bertambah besar dan modern seiring perkembangan zaman.

Namun, stasiun ini tidak hanya dikenal karena perannya dalam dunia perkeretaapian, tetapi juga memiliki makna sejarah penting pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Pada 13 November 1945, Stasiun Sidotopo menjadi lokasi pertempuran sengit antara pejuang Laskar Dipo Sidotopo atau Pemuda Republik Indonesia (PRI) melawan tentara Sekutu.

Sebanyak 20 pejuang gugur dalam pertempuran ini dan dimakamkan di Jalan Sidotopo Wetan, meninggalkan jejak heroik yang tak terlupakan dalam sejarah perjuangan bangsa.

Keunikan Stasiun Sidotopo

Salah satu hal yang membuat Stasiun Sidotopo begitu istimewa adalah ukuran dan kapasitasnya.

Dengan luas mencapai 80 hektar, stasiun ini menjadi salah satu stasiun terbesar di Indonesia.

Tidak hanya itu, Stasiun Sidotopo juga memegang rekor sebagai stasiun dengan jumlah jalur terbanyak di Indonesia, yaitu 17 jalur aktif yang selalu ramai dengan aktivitas kereta api.

Selain jalur yang banyak, Stasiun Sidotopo juga memiliki emplasemen atau peron terbanyak di Indonesia, dengan total 18 emplasemen.

Panjang stasiun ini yang mencapai 3 kilometer dan lebarnya sekitar 300 meter, membuatnya salah satu stasiun dengan area yang sangat luas.

Karena itu, tidak heran jika stasiun ini memainkan peran penting dalam menjaga kelancaran operasional kereta api di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Baca Juga: Fakta Unik Vibes! Daftar Kota Pelajar Terbaik di Asia Tenggara Dalam QS Best Student Cities 2024: Indonesia Sukses Masuk 10 Besar!

Sarana dan Prasarana Modern

Tidak hanya berfungsi sebagai tempat transit kereta api, Stasiun Sidotopo juga menjadi pusat kegiatan perawatan lokomotif, gerbong, dan kereta penumpang.

Di stasiun ini, terdapat depo lokomotif, bengkel lokomotif, depo kereta, depo gerbong, depo mekanik, dan bengkel bubut roda.

Selain itu, stasiun ini juga memiliki jalur balloon loop, yaitu jalur melingkar yang memungkinkan lokomotif untuk berbalik arah tanpa perlu memutar atau membalik posisi.

Yang menarik, di stasiun ini juga terdapat junk yard sebagai "tempat peristirahatan terakhir" bagi lokomotif-lokomotif diesel hidraulis yang telah memasuki masa pensiun, seperti lokomotif BB301, BB304, D300, D301, dan BB300, serta gerbong dan kereta penumpang yang sudah rusak atau diperbarui.

Keberadaan fasilitas ini menunjukkan betapa pentingnya Stasiun Sidotopo dalam mendukung operasional kereta api di Indonesia, baik dalam hal penyimpanan, perawatan, hingga pemeliharaan.

Koneksi Strategis ke Pelabuhan dan Wilayah Industri

Stasiun Sidotopo juga memainkan peran penting dalam menghubungkan wilayah utara Surabaya, khususnya Pelabuhan Tanjung Perak, dengan beberapa stasiun utama lainnya di Surabaya.

Jalur-jalur kereta dari Sidotopo menghubungkan stasiun-stasiun seperti Stasiun Benteng (Prince Hendrik), Stasiun Bandaran (Depo Minyak Pertamina), Stasiun Kalimas, dan Sisi Pelabuhan Tanjung Perak (Rel Prapat Kurung depan Terminal BJTI).

Koneksi strategis ini membuat Stasiun Sidotopo menjadi tulang punggung bagi pengiriman barang dan transportasi dari dan ke pelabuhan utama di Surabaya, yang sangat penting bagi kegiatan ekonomi nasional.

Baca Juga: Fakta Unik Vibes! Keberhasilan Lulusan Perguruan Tinggi Indonesia Menembus CPNS: 10 Kampus dengan Lulusan Terbanyak

Stasiun Sidotopo: Simbol Kebangkitan dan Kemajuan Perkeretaapian Surabaya

Dengan semua fasilitas modern dan peran sejarah yang dimilikinya, Stasiun Sidotopo bukan hanya sekadar stasiun kereta api.

Stasiun ini adalah simbol kebangkitan dan kemajuan perkeretaapian di Surabaya serta bukti bagaimana transportasi kereta api telah menjadi tulang punggung dalam mendukung berbagai aspek ekonomi dan sosial di Indonesia.

Dari masa kolonial hingga era kemerdekaan, dari depo lokomotif hingga menjadi pusat perawatan modern, Stasiun Sidotopo terus bertransformasi dan beradaptasi mengikuti perkembangan zaman.

Bagi siapa pun yang tertarik dengan sejarah perkeretaapian atau ingin melihat langsung bagaimana pusat perawatan kereta api terbesar di Indonesia beroperasi, Stasiun Sidotopo adalah tempat yang wajib dikunjungi.

Dengan luasnya yang luar biasa, jumlah jalur dan emplasemen terbanyak di Indonesia, serta fasilitas perawatan kereta yang modern, Stasiun Sidotopo benar-benar menjadi pusat kebanggaan transportasi kereta api di Surabaya dan sekitarnya.

Sebagai pusat aktivitas perkeretaapian yang tidak hanya melayani rute komersial tetapi juga berfungsi sebagai pusat perawatan, Stasiun Sidotopo memiliki peran yang krusial dalam mendukung operasional kereta api di Indonesia.

Dari sejarah heroik pertempuran melawan Sekutu hingga perannya dalam modernisasi kereta api, Stasiun Sidotopo menjadi ikon penting yang mencerminkan perjalanan panjang dan bersejarah perkeretaapian di Kota Pahlawan, Surabaya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.