Jateng

Adib Menakar Peluang Partai Islam Membangun Poros Tengah di Pilwalikot Semarang

Arixc Ardana | 20 Juli 2024, 10:40 WIB
Adib Menakar Peluang Partai Islam Membangun Poros Tengah di Pilwalikot Semarang

Akurat.co - Pertemuan pimpinan PKB dan PKS Kota Semarang pada Jum'at malam (19/7/2024) memunculkan spekulasi bahwa PKB dan PKS Kota Semarang sedang menjajaki koalisi utk maju Pilwalikot Semarang tahun 2024. 

Keduanya dianggap sebagai partai Islam yang kuat di Kota Semarang dimana PKB dapat 5 kursi dan PKS 6 kursi, jika kedua partai Islam ini koalisi maka akan terkumpul 11 kursi dan itu sudah cukup mengusung calon walikota dan wakil walilota Semarang. 

M Kholidul Adib selaku pengamat politik mengatakan dua partai ini sama-sama berbasis massa umat Islam tetapi beda segmen.

Baca Juga: Jelang Konferwil GP Ansor Jateng, Gus Rozin: Jangan Fokus pada Suksesi

Secara umum konstituen PKB lebih dominan dari kalangan muslim tradisionalis pesantren, sedangkan konstituen PKS dominan dari kalangan muslim modernis. 

"Namun kita tidak tahu apakah kedua partai ini benar-benar akan koalisi atau masih sebatas penjajakan," ujar Adib pada Sabtu (20/7/2024). 

Bagi Adib, jika PKB dan PKS benar-benar berkoalisi maka akan membuat pertarungan Pilwalikot Semarang semakin seru 

Baca Juga: Heli Jatuh di Bali Jenis Bell 505, Ini Spesifikasi Helikopter Ringan nan Lincah Pilihan Penerbangan Sipil di Indonesia

Munculnya nama Dico M Ganinduto yang diusung Golkar dan PKS dan jago PDIP yang masih digodok, lanjutnya, maka mestinya situasi ini membuat PKB dan PKS lebih percaya diri.

Khususnya untuk menampilkan sosok yang bisa diusung sebagai kandidat calon walikota dan wakil walikota dalam Pilwalikot Semarang 2024. 

"Apalagi di saat partai-partai berbasis massa nasionalis sekarang dalam kondisi terbelah," ujar Adib.

Keterbelahan tersebut dapat dilihat saat ini PDIP versus Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang di dalamnya ada Golkar, Gerindra, Demokrat, PSI dan PAN.

Maka menurut Adib koalisi PKB dan PKS akan menjadi alternatif sekaligus solusi menghindari keterbelahan masyarakat yang semakin meruncing. 

Kedua partai Islam ini diharapkan dapat unjuk gigi agar publik tidak terpolarisasi pada dua kutub saja (PDIP vs KIM). 

"Kedua partai ini akan dahsyat jika dapat menyatukan basis pemilihnya dan mengambil basis pemilih kalangan nasionalis sehingga dapat memenangkan Pilwalikot Semarang sekarang tinggal mencari figur yg tepat yang akan diusung," tutup Adib. 

 

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.