Pernah Jadi Anggota TNI, AHY Tahu Betul Kebutuhan Alutsista yang Sesuai Dengan Kondisi Geografis Indonesia

AKURAT.CO, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terbentang sangat luas dan memiliki kondisi geografis yang sangat beragam.
Kondisi seperti itu tentu menuntut negara kita memiliki angkatan perang yang tangguh untuk mempertahankan kedaulatan Negara.
Untuk mewujudkan misi pertahanan paripurna, Agus Harimurthi Yudhoyono (AHY) menginginkan bangsa Indonesia memiliki prajurit yang tangguh dan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) canggih.
AHY menyatakan keinginannya tersebut dalam kampanye akbar Partai Demokrat di aula utama University Training Centre (UTC) Gajahmungkur Kota Semarang pada Senin (15/1/2024).
Baca Juga: AHY: Program Food Estate Perlu Dilanjutkan, Tapi Masih Banyak Kendala
AHY mampu menjelaskan secara detail kebutuhan Alutsista yang sesuai kebutuhan geografis Indonesia karena dia mantan anggota TNI.
“Saya dulu TNI, maka saya tahu persis bahwa Negara kita yang sangat besar dengan kondisi geografis yang sangat beragam harus memiliki pertahanan yang kuat,” jelas AHY.
Militer yang kuat itu, menurut AHY, pertama harus memiliki alat persenjataan yang sangat canggih dan sesuai dengan kebutuhan geografis Negara. Yang paling utama harus mumpuni.
“Kemudian alutsista kita juga harus terus dimodernisasi,” tandasnya.
Namun memang AHY sendiri mengamini jika yang namanya Alutsista harganya sangat mahal, baik matra darat, laut atau udara itu sangat mahal. Karena memang teknologinya tinggi. Tetapi Negara wajib memiliki itu.
“Itulah kenapa saya sangat mengapresiasi setiap pemerintahan atau kementerian pertahanan yang berupaya untuk memodernisasi Alutsista dan pengadaan yang tepat sasaran,” jelasnya.
Baca Juga: AHY Ingin Membirukan Jawa Tengah, Pimpinan Demokrat Harus Menyampaikan Misi Besar Partai
Selain kecanggihan teknologi Alutsista, AHY juga menginginkan kesejahteraan prajurit yang harus terus meningkat demi peningkatan kapasitas dan profesionalisme.
“Nah tapi aspek kedua untuk meningkatkan kapasitas militer kita adalah prajurit-prajuritnya harus semakin professional dengan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas,” ucapnya.
Kemudian menurut AHY, prajurit-prajurit itu harus dipikirkan kesejahteraannya karena resikonya nyawa demi melindungi rakyat dan Negara.
“Tapi kalau kesejahteraannya terbatas, minim, tentu ini tidak adil,” ujarnya.
AHY ingin memperjuangkan TNI agar semakin sejahtera termasuk keluarganya, namun sejalan dengan itu AHY juga menuntut kemampuan dan profesionalitas prajurit juga meningkat.
“Kemampuan tempurnya jangan sampai kalah dari tentara Negara lain,” tutupnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal










