Musyawarah Reboan, Upaya Memperkuat Demokrasi di Tingkatan Masyarakat

AKURAT.CO - Upaya memperkuat demokrasi di tingkatan masyarakat, kegiatan musyawarah antar warga menjadi faktor penting.
Salah satunya adalah penyelenggaraan Musyawarah Reboan, yang dalam prosesnya juga ditujukan untuk memurnikan nilai demokrasi yang selama ini terdistorsi.
Hal tersebut terjadi karena masyarakat pada umumnya memandang demokrasi, hanya sebatas tema politik saja.
Baca Juga: KTB bersama BRA Semarang Gelar Mitsubishi FUSO Gelar Truck Campaign 2023 untuk Apresiasi Pelanggan
“Proses terjadinya musyawarah reboan sebenarnya memaknai kembali demokrasi sebagai proses substansial, alih-alih sebagai proses elektoral apalagi transaksional. Tetapi di saat bersamaan metode ini bisa direplikasi dan dikerjakan oleh siapapun”, kata Wasekjen Sekretariat Kolaborasi Indonesia (SKI) Azmi Majid, Kamis 26 Oktober 2023.
Azmi menerangkan musyawarah reboan merupakan forum bersama warga di lingkup antar tetangga yang membahas berbagai persoalan sosial dan juga konsolidasi masyarakat yang menginginkan perubahan.
Menurutnya menggelar kegiatan tersebut tidak dibutuhkan persyaratan panjang.
“Kalau kita pernah menerima tamu di rumah, kalau kita pernah berkunjung ke rumah tetangga kita, artinya kita bisa menyelenggarakan musyawarah reboan. Sesimpel itu,” ujarnya.
Azmi mengatakan Reboan merupakan alat konsolidasi titik dukungan terhadap Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, hingga tingkatan grassroot ini diinisiasi di tingkatan masyarakat.
Tidak hanya sebagai instrumen pemenangan, tetapi juga untuk menggali aspirasi masyarakat.
Baca Juga: Berikut 4 Rekomendasi Wingko Babad Khas Semarang yang Bisa Jadi Pilihan Buat Oleh-Oleh
Menurut Azmi yang juga ketua SKI Jawa Tengah, dalam proses pemenangan menuju pilpres 2024, kegiatan musyawarah reboan tidak hanya memiliki nilai elektoral tetapi juga nilai demokrasi yang substansial.
“Karena dalam proses pemenangan pun rakyat sudah berpartisipasi dalam musyawarah membahas masalahnya, membahas cara pemenangan.
Dan kemudian bila dalam komunitas itu yang isinya bisa jadi ada berbagai elemen pendukung AMIN lainnya maka ia menjadi semacam forum musyawarah di tingkatan komunitas yang ikut menentukan agenda-agenda di tingkatan bawah yang nanti bisa dijadikan sebagai kontrak politik antara partai atau caleg dengan masyarakat,” tandasnya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time



