Jateng

Eintracht Frankfurt Santai Hadapi Minat Manchester United dan Newcastle pada Hugo Larsson

Theo Adi Pratama | 19 Juli 2026, 14:39 WIB
Eintracht Frankfurt Santai Hadapi Minat Manchester United dan Newcastle pada Hugo Larsson

JATENG.AKURAT.CO, Bursa transfer musim panas 2026 terus memanas dengan kabar perburuan gelandang muda Eintracht Frankfurt, Hugo Larsson. Dua klub Premier League, Manchester United dan Newcastle United, dikabarkan sama-sama tertarik memboyong pemain asal Swedia berusia 22 tahun tersebut. Namun, Frankfurt sama sekali tidak terburu-buru dan tetap santai menghadapi segala spekulasi yang berkembang.

Menurut laporan BILD yang dikutip oleh berbagai media, pihak Frankfurt tidak merasa tertekan dengan adanya minat dari dua klub Inggris tersebut. Mereka bahkan siap menolak semua tawaran yang masuk dan berharap dapat mempertahankan Larsson di Commerzbank-Arena untuk musim depan. Sikap tenang ini bukan tanpa alasan, karena Frankfurt memegang kendali penuh atas masa depan sang pemain.

Baca Juga: Manchester United Buka Peluang Jual Bruno Fernandes dengan Harga €50 Juta

Kontrak Panjang dan Tidak Ada Klausul Rilis

Kunci utama ketenangan Frankfurt adalah kontrak Larsson yang masih tersisa hingga 2029. Pemain yang bergabung dari Malmo pada 2023 dengan nilai €9 juta itu telah memperpanjang kontraknya pada Oktober 2024, memastikan klub tetap memegang kendali penuh.

Yang lebih penting, kontrak Larsson tidak mengandung klausul rilis sama sekali. Artinya, Frankfurt tidak memiliki kewajiban untuk melepas pemainnya meskipun ada klub yang mengajukan tawaran. Mereka dapat menolak semua pendekatan dengan mudah selama harga yang ditawarkan tidak sesuai dengan keinginan mereka.

Baca Juga: Tottenham Percepat Perburuan Savinho! Klub Siap Bayar €80 Juta

Harga yang Tidak Murah

Meskipun Frankfurt tidak dalam tekanan untuk menjual, mereka bukan klub yang menutup pintu sepenuhnya. Namun, siapa pun yang ingin memboyong Larsson harus siap mengeluarkan dana besar.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa Frankfurt menetapkan harga awal sekitar €60 juta untuk Larsson. Sementara itu, laporan lain menyebutkan bahwa klub Jerman itu meminta setidaknya €40 juta sebelum mereka bersedia duduk di meja negosiasi.

Menariknya, nilai pasar Larsson saat ini diperkirakan hanya sekitar €28 juta setelah menjalani musim 2025/26 yang kurang konsisten. Namun, Frankfurt tetap berani memasang harga tinggi karena kontrak panjang yang dimiliki sang pemain.

Baca Juga: Tottenham Optimistis Perpanjang Kontrak Van de Ven, Sang Bek Berubah Pikiran!

Minat Manchester United dan Newcastle

Manchester United dan Newcastle sama-sama telah melakukan kontak dengan perwakilan Larsson untuk menjajaki kemungkinan transfer. Namun, hingga saat ini, belum ada satu pun tawaran resmi yang diajukan ke Frankfurt.

Manchester United sendiri masih mencari gelandang ketiga setelah mendatangkan Andrey Santos dan Youri Tielemans. Sementara itu, Newcastle sedang dalam masa perombakan lini tengah setelah menjual Sandro Tonali. Kedua klub melihat Larsson sebagai opsi menarik untuk memperkuat skuat mereka.

Larsson sendiri dikabarkan terbuka untuk pindah ke Premier League. Bahkan, ia disebut-sebut sedang mempertimbangkan untuk "mencoba hal baru" musim panas ini. Namun, Frankfurt meyakini bahwa sang pemain masih bisa membayangkan bertahan di Jerman setidaknya satu musim lagi.

Sikap Tegas Frankfurt

Frankfurt telah menunjukkan bahwa mereka tidak akan melepas Larsson dengan harga murah. Mereka percaya bahwa tidak ada tekanan langsung yang harus mereka hadapi, dan kontrak panjang sang pemain memberi mereka posisi tawar yang sangat kuat.

Klub Bundesliga itu juga menegaskan bahwa mereka tidak mengetahui adanya keinginan Larsson untuk hengkang, dan bahkan membantah adanya pembicaraan resmi dengan klub peminat. Sikap ini semakin memperkuat posisi Frankfurt dalam menghadapi godaan dari Premier League.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.