Pelatih Persijap Kecewa Berat, Sebut Pemainnya Bermain Egois dan Kurang Disiplin

JATENG.AKURAT.CO, Persijap Jepara gagal total di kandang sendiri. Dalam laga pekan keenam BRI Super League 2025/26, Laskar Kalinyamat harus mengakui keunggulan Persita Tangerang dengan skor 1-2 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu.
Persijap sebenarnya mengawali pertandingan dengan baik. Gol sundulan Carlos Franca pada menit ke-9 sempat membawa mereka unggul.
Bahkan, mereka memiliki kesempatan untuk menggandakan kedudukan setelah mendapat hadiah penalti.
Sayangnya, tendangan Sudi Abdallah berhasil digagalkan kiper Persita, Igor Rodrigues.
Situasi berbalik total ketika Persita harus bermain dengan 10 orang setelah M Toha diganjar kartu merah pada menit ke-37.
Namun, bukannya memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, Persijap justru kecolongan.
Baca Juga: Ahmad Luthfi Kukuhkan 'Champion Cabe', Upaya Jaga Harga dan Kesejahteraan Petani di Jawa Tengah
Laskar Cisadane berhasil melakukan comeback dramatis lewat dua gol cepat yang dicetak oleh Aleksa Andrejic (menit ke-50) dan Hokky Caraka (menit ke-52).
Pelatih Persijap, Mario Lemos, mengaku sangat kecewa dengan kekalahan ini. Ia menyoroti performa anak asuhnya yang dianggap kehilangan fokus dan kurang disiplin.
"Tentu saja ini adalah kekalahan yang sangat menyakitkan," ujarnya.
Lemos menilai bahwa para pemainnya tidak bermain sebagai tim dan menunjukkan ego masing-masing.
“Para pemain masih merasa dan bermain dengan nomor punggungnya masing-masing. Main egois. Ini yang menyebabkan kekalahan kita pada laga ini,” pungkasnya.
Dengan kekalahan ini, Persijap Jepara gagal menambah poin dan tertahan di posisi kesembilan dengan 8 poin.
Pada laga berikutnya, mereka akan kembali bermain di kandang menjamu Persik Kediri pada Sabtu (27/9) malam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?



