Ratusan Rekor Nasional dan Rekor Asia Tenggara Pecah di PEPARNAS XVII Solo 2024

AKURAT.CO, PEPARNAS XVII Solo 2024 mencatat sejarah baru dengan pemecahan ratusan rekor, termasuk satu rekor Asia Tenggara. Dalam ajang multievent olahraga disabilitas ini, sebanyak 114 rekor nasional dan satu rekor Asia Tenggara berhasil dipecahkan oleh para atlet yang berlaga.
Salah satu pencapaian paling membanggakan datang dari cabang olahraga para atletik, di mana tercatat 106 rekor nasional baru.
Atlet asal Kalimantan Selatan, Ahmad Fauzi, bahkan sukses memecahkan rekor Asia Tenggara di nomor Lempar Cakram F37 Putra, yang menambah prestasi cemerlang bagi kontingen Indonesia.
Tak hanya di para atletik, cabang olahraga lain seperti para angkat berat juga menyumbang 17 rekor nasional baru.
Sedangkan, cabor para renang menghasilkan 22 rekor baru yang turut menyumbang total 114 rekor nasional yang dipecahkan di ajang ini.
Baca Juga: Leani Ratri Oktila Soroti Regenerasi Atlet di PEPARNAS XVII Solo 2024
Deputi Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia pada Paralimpiade 2024, Andi Herman, mengungkapkan kegembiraannya atas pencapaian para atlet di PEPARNAS XVII.
Menurutnya, pemecahan rekor-rekor ini menjadi bukti nyata peningkatan kualitas pembinaan para atlet disabilitas di Indonesia.
"Rekor-rekor yang dipecahkan ini menunjukkan ada peningkatan prestasi para atlet hasil dari latihan yang intens. Ditambah lagi dengan rekor ASEAN yang juga dipecahkan, ini menjadi modal penting bagi kita menghadapi ajang internasional," ujar Andi Herman, Minggu (13/10/2024).
Andi Herman, yang juga menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah, menilai bahwa PEPARNAS XVII Solo 2024 bukan hanya ajang prestasi, tetapi juga tempat pencarian bakat baru.
Hal ini penting sebagai persiapan Indonesia untuk menghadapi berbagai event internasional seperti ASEAN Para Games 2025 di Thailand dan Asian Para Games 2026 di Jepang.
"PEPARNAS menjadi momen penting untuk mengukur dan menguji para atlet, sekaligus mencari bakat-bakat baru. Dari ajang ini, kita bisa menentukan strategi pembinaan untuk menghadapi berbagai event besar, baik single event maupun multievent," tambah Andi.
Ia juga menegaskan bahwa pencapaian di PEPARNAS XVII akan menjadi ukuran prestasi para atlet untuk kualifikasi di ajang internasional. Salah satunya adalah Paralimpiade ke-18 yang akan berlangsung di Los Angeles pada tahun 2028.
Jawa Tengah Raih Juara Umum
PEPARNAS XVII Solo 2024 diikuti oleh 2.957 atlet dari seluruh Indonesia, dengan jumlah atlet perempuan mencapai 28 persen dari total peserta. Dengan mempertandingkan 20 cabang olahraga dan 567 nomor, ajang ini menjadi edisi terbesar dalam sejarah PEPARNAS yang dimulai sejak 1957.
Jawa Tengah keluar sebagai juara umum dengan perolehan 161 medali emas, 121 perak, dan 124 perunggu, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai provinsi paling sukses dengan enam gelar juara umum dalam sejarah PEPARNAS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?






