AKURAT.CO, Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) telah merilis sebuah pernyataan pers terkait dengan isu penunggakan gaji di klub Kalteng Putra. APPI menyoroti bahwa klub belum menyelesaikan kewajiban pembayaran gaji pemain sesuai dengan keputusan NDRC.
APPI juga menyampaikan kekecewaan atas laporan polisi yang diajukan oleh klub terhadap para pemainnya dan menekankan bahwa masalah internal seharusnya diselesaikan melalui mekanisme yang ada di dalam sepakbola Indonesia dan FIFA.
APPI mendesak penyelesaian masalah ini mengingat hak-hak pemain yang tertunda.
Dalam rilis pers, APPI mengungkapkan keterlambatan pembayaran gaji selama 1-2 bulan dan kurangnya respons positif dari manajemen klub meskipun telah ada upaya komunikasi dari para pemain.
Baca Juga: Klarifikasi Resmi Kalteng Putra Atas Insiden Pertandingan Batal dengan PSCS Cilacap
APPI juga menyatakan telah berusaha berkorespondensi dengan klub untuk menyelesaikan masalah ini, namun tidak mendapat balasan memuaskan. Isu ini menambah daftar persoalan dalam pengelolaan klub sepakbola profesional di Indonesia.
Selain itu, APPI mengkritik langkah hukum yang diambil oleh Kalteng Putra terhadap para pemainnya terkait unggahan di media sosial, menekankan bahwa hal tersebut bukan pencemaran nama baik namun sebuah fakta.
APPI menegaskan bahwa perselisihan kontrak harusnya diselesaikan melalui National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia, sesuai dengan regulasi PSSI dan FIFA, bukan melalui tindakan pidana.
APPI siap memberikan perlindungan hukum kepada anggotanya terkait kasus hukum pidana yang dilakukan oleh Klub Kalteng Putra.
Selain itu, APPI juga menyoroti bahwa klub tersebut belum menjalankan putusan NDRC terkait tunggakan gaji musim sebelumnya dengan nilai total Rp279 juta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?





