Jateng

Krisis di Kalteng Putra: Pemain Mogok, Pertandingan Lawan PSCS Cilacap Batal, Resmi Terdegradasi ke Liga 3 ?

Afri Rismoko | 27 Januari 2024, 14:48 WIB
Krisis di Kalteng Putra: Pemain Mogok, Pertandingan Lawan PSCS Cilacap Batal, Resmi Terdegradasi ke Liga 3 ?

AKURAT.CO, Tim sepak bola Kalteng Putra menghadapi krisis serius yang memuncak pada keputusan para pemainnya untuk tidak bertanding dalam laga lanjutan babak playoff Liga 2 melawan PSCS Cilacap.

Pertandingan yang seharusnya berlangsung Sabtu (27/1) pukul 15.30 WIB di Stadion Wijaya Kusuma, Kabupaten Cilacap, terpaksa dibatalkan.

Pertandingan PSCS Cilacap vs Kalteng Putra sore dipastikan batal terlaksana karena para pemain Kalteng Putra tidak datang dan sudah pulang ke rumah masing-masing.

Baca Juga: HASIL AKHIR Persewar Waropen vs Persipal, SKOR 2-1 Babak Kedua Diwarnai Kartu Merah Pemain Tamu, Cek Score Final Full Time

Pemain Kalteng menuntut gajinya yang ditunggak, sehingga mogok main.

Ironisnya, Manajemen Kalteng Putra malah balik melaporkan 23 pemainnya ke Polisi atas pencemaran nama baik. PCSC akan dianggap menang 3-0 dan Kalteng Putra poinnya minus -3

Kapten tim, Shahar Ginanjar, mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil sebagai respons terhadap penunggakan gaji yang telah berlangsung selama 1-2 bulan.

Shahar, mantan penjaga gawang Persija Jakarta dan Persib Bandung, menekankan bahwa situasi ini jauh dari klaim manajemen yang menyebutkan hanya terjadi keterlambatan 15 hari.

Baca Juga: HASIL AKHIR FULL TIME Persewar Waropen vs Persipal BU, MENANG SIAPA? Cek Skor Babak Pertama Kedua SCORE FINAL Liga 2 Championship

Para pemain Kalteng Putra telah berupaya menegosiasikan kondisi ini dengan manajemen, namun permintaan audiensi dengan CEO klub, Agustiar Sabran, tidak pernah difasilitasi.

Shahar menyatakan bahwa para pemain telah menyampaikan aspirasinya melalui surat pernyataan di sosial media, yang juga menekankan keinginan mereka untuk beraudiensi dengan CEO klub dan penuntutan pembayaran gaji serta bonus sebelum pertandingan.

Namun, respon manajemen terhadap aksi pemain ini telah menimbulkan kontroversi. Manajemen Kalteng Putra menuduh pemain melakukan pencemaran nama baik, sebuah langkah yang disayangkan oleh Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI).

Jannes H Silitonga, Head Legal APPI, menekankan bahwa apa yang disampaikan para pemain adalah fakta dan harus dilindungi oleh konstitusi.

Riza Hufaida, legal APPI, juga menyatakan keprihatinannya atas laporan polisi yang dibuat oleh manajemen Kalteng Putra.

Menurut Riza, APPI siap menghadapi laporan tersebut, menegaskan bahwa tindakan pemain hanya menyampaikan fakta dan tidak melanggar hukum.

Riza juga menambahkan bahwa masalah penunggakan gaji ini bukanlah kasus pertama bagi Kalteng Putra, dan meminta PSSI serta PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk mengambil tindakan tegas terhadap klub-klub yang bermasalah.

Situasi ini menggambarkan ketegangan yang mendalam antara manajemen klub dan pemain, menyoroti masalah yang lebih luas dalam pengelolaan sepak bola profesional di Indonesia. Penggemar sepak bola dan pihak berkepentingan kini menantikan bagaimana federasi sepak bola akan menyelesaikan konflik ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A