Yoyok Sukawi: Komite Disiplin Akan Beri Hukuman Berat Atas Keributan di Liga 3

AKURAT.CO, Dua pertandingan pekan kelima Liga 3 Jawa Tengah diwarnai aksi saling pukul antar pemain.
Dua pertandingan tersebut yakni antara Persiku Kudus vs PSDB Demak di Stadion Wergu Wetan, Kudus dan pertandingan antara Persekap Kabupaten Pekalongan vs Persab Brebes di Widya Manggala Krida, Kabupaten Pekalongan yang keduanya digelar pada Minggu (19/11) sore.
Pada laga keduanya, terlibat aksi saling pukul antar pemain dan sudah tersebar melalui media sosial.
Baca Juga: Peringatan Dini BMKG: Wilayah Pesisir Utara Jawa Tengah Harus Waspada Rob pada 21 November 2023
Ketua Asprov PSSI Jateng, Yoyok Sukawi pun telah menerima laporan aksi saling pukul antar pemain dan telah menginstruksikan Komite Disiplin PSSI Jawa Tengah untuk menindaklanjuti.
“Pertama saya sangat menyayangkan atas kejadian tersebut karena ini mencederai sportifitas. Serta kedua, kami Asprov PSSI Jateng akan bertindak tegas untuk melakukan investigasi dan memberi hukuman supaya ada efek jera dan nanti Komdis yang menentukan hukumannya,” ujar Yoyok Sukawi saat ditanya wartawan mengenai kejadian pada dua pertandingan tersebut.
Yoyok Sukawi juga mengatakan bahwa hukuman untuk yang terlibat akan diputuskan Komdis berdasarkan kode disiplin Asprov PSSI Jateng.
“Hukumannya beragam, sebagai contoh ada larangan bermain dan denda dan itu pasti cukup berat, namun itu harus dilakukan Komdis. Saya sudah instruksikan Komdis untuk nanti memberikan hukuman sesuai dengan kode disiplin yang ada dan tanpa pandang bulu dan Selasa besok akan ada sidang Komdis mengenai kasus ini,” lanjutnya.
Yoyok Sukawi juga mengingatkan bahwa setiap klub harusnya mentaati apa yang tercantum dalam pakta integeritas yang sudah ditandatangani bersama sebelum Liga 3 Jateng dimulai.
“Ayo sekali lagi kami harapkan supaya klub mengingat dan menyampaikan ke seluruh pemain serta official untuk memainkan Liga 3 dengan tertib, sejuk, dan penuh sportifitas karena masing-masing klub sudah tanda tangan pakta integeritas,” pungkas Yoyok Sukawi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?




