Target Realistis Persijap, Egat Sacawijaya Ungkap Ambisi Bertahan di Kasta Tertinggi Usai Persiapan Dua Bulan

JATENG.AKURAT.CO, Klub promosi Persijap Jepara menyatakan optimismenya menatap penampilan perdana mereka di BRI Super League 2025/26. Setelah melakukan serangkaian perekrutan pemain baru dan persiapan tim selama dua bulan, Laskar Kalinyamat merasa siap bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Hal itu disampaikan manajer operasional Persijap, Egat Sacawijaya, saat ditemui setelah acara perkenalan tim dan pertandingan uji coba melawan Persipura Jayapura di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Sabtu malam.
“Ya, dua minggu lagi kami akan bermain. Waktu yang sangat singkat sekali. Namun, persiapan kami sudah dua bulan. Kami sudah memaksimalkan aspek seperti fisik, taktikal, dan tim secara keseluruhan di bawah pelatih Mario Lemos. Kami pun sudah memainkan dua pertandingan persahabatan, lawan (PSBS) Biak dan lawan Persipura,” kata Egat.
Pada musim pertama Persijap di Super League, Egat memaparkan bahwa timnya tidak memasang target muluk-muluk, yakni dengan mencanangkan target bertahan di strata tertinggi.
“Konsisten dahulu bertahan di Liga 1. Itu sudah cukup untuk kami. Jadi ke depannya kami bisa melihat, kalau sudah di Liga 1 (Super League), apa berikutnya? Tentu kami harus mematangkannya dengan baik,” ujarnya.
Persijap akan mengawali Super League 2025/2026 dengan langkah berat. Berturut-turut klub berjuluk Laskar Kalinyamat itu akan menghadapi PSM Makassar pada 8 Agustus, Persib Bandung pada 18 Agustus, Borneo FC Samarinda pada 24 Agustus, dan Arema FC pada 30 Agustus.
Persijap merupakan salah satu tim yang sangat aktif pada bursa transfer, dengan total merekrut delapan pemain asing untuk menyongsong kompetisi musim baru.
Para pemain asing tersebut adalah Douglas Cruz, Alexis Gómez, Elvis Sakyi, Sudi Abdallah, Rodrigo Moura, Carlos Franca, Najeeb Yakubu, dan Diogo Araújo Brito, ditambah Rosalvo Junior yang dipertahankan.
“(Para pemain asing) sudah cukup memenuhi apa yang kita harapkan. Tinggal chemistry timnya saja agar mereka terus kompak. Mereka adalah pemain baru yang bermain di Liga Indonesia. Jadi kami harus banyak memberikan pengetahuan tentang sepak bola Indonesia seperti soal karakternya,” ujar Egat, yang telah menjabat sebagai manajer Persijap sejak 2022.
Suporter Adalah Keluarga dan Sumber Semangat
Dalam kesempatan yang sama, Egat Sacawijaya menegaskan bahwa Persijap Jepara memperlakukan para penggemar mereka seperti keluarga dan ingin senantiasa menjaga hubungan yang baik.
“Kebetulan karena kami di sini juga dari presiden klub dan saya, serta beberapa staf juga, sampai ke pemain pun juga banyak yang anak muda. Dan kami menganggap (para penggemar) bukan seperti teman, lebih ke keluarga,” kata Egat.
Oleh sebab itu, manajemen Persijap rutin melakukan komunikasi dengan suporter mereka, salah satunya untuk membahas perkembangan tim.
“Kami sangat aktif juga untuk audiensi sama teman-teman suporter. Membahas bagaimana perkembangan tim, apa yang harus dikerjakan, bagaimana solusinya, apa yang harus dipikirkan ke depannya,” tutur Egat.
Meski baru promosi, Persijap merupakan salah satu tim tradisional di kancah sepak bola Indonesia, dengan tiga kelompok suporter besar: Jetman (Jepara Tifosi Mania), Banaspati, dan CNS (Curva Nord Syndicate). Egat menjelaskan bahwa tekanan dari para penggemar harus disikapi dengan baik demi kemajuan tim.
“Tekanannya (dari penggemar) cukup gila menurut saya. Namun bukan jadi hal yang membuat tim jadi pesimistis. Bagi manajemen ini adalah tantangan. Karena tanpa ada mereka, kami tidak memiliki penyemangat,” tutur Egat.
“Jadi ya kami membutuhkan mereka. Kami butuh masukan dari teman-teman suporter. Ya selama kita bisa menyikapi dengan baik. Kita bisa berkomunikasi dengan baik dengan teman-teman suporter. Saya rasa mereka juga bisa mengerti apapun kondisi yang ada di Persijap ini,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time


