5 Fakta Mengejutkan Pelatih Anyar Persebaya: Eduardo Perez, Sang Underdog dari Spanyol Pernah Latih Timnas Indonesia U23

JATENG.AKURAT.CO, Dalam langkah yang penuh kejutan, Persebaya Surabaya resmi memperkenalkan jajaran pelatih anyar untuk musim kompetisi Liga 1 2025/2026 dan ajang antar klub Asia Tenggara.
Pengumuman pelatih anyar ini diumumkan Persebaya melalui akun media resmi mereka, pada Selasa 3 Juni 2025, menjadi titik awal ambisi besar Green Force dalam membangun kekuatan baru yang lebih kompetitif.
Namun, dari semua nama yang diumumkan, satu nama langsung mencuri perhatian: Eduardo Pérez Moran, pelatih kepala asal Spanyol, yang secara mengejutkan ditunjuk untuk menakhodai klub kebanggaan Bonek-Bonita.
1. Dari Kasta Kelima Spanyol ke Kota Pahlawan
Siapa sebenarnya Eduardo Pérez?
Nama ini memang belum terlalu dikenal luas di kancah sepak bola elite Eropa, apalagi Indonesia.
Sebelum ke Persebaya, pria berusia 48 tahun ini tercatat sebagai pelatih kepala CP Villarrobledo, klub yang bermain di kasta kelima Liga Spanyol (Tercera División RFEF).
Catatan statistiknya pun tidak terlalu mentereng: 26 pertandingan, hanya 2 kali menang, 6 kali imbang, dan 18 kali kalah, dengan rasio poin per laga hanya 0,46.
Namun, manajemen Persebaya sepertinya melihat sesuatu yang lebih dalam dari sekadar angka.
Eduardo dikenal sebagai pelatih yang tekun membangun fondasi tim dari dasar, mengedepankan pendekatan taktis modern, serta memiliki pengalaman luas sebagai pelatih kiper dan asisten pelatih di berbagai level
Termasuk pernah menjadi bagian dari tim pelatih Indonesia U-23, Persija Jakarta hingga PSS Sleman
2. Jejak Panjang di Dunia Kepelatihan
Meski baru akan melatih tim utama di Liga 1, Eduardo bukan sosok asing dalam sepak bola Indonesia.
Ia pernah menjadi pelatih kiper Timnas Indonesia U-23 pada era Luis Milla (2017–2018), juga pernah menjadi asisten pelatih Julio Bañuelos di Persija Jakarta (2019).
Bahkan ia sempat menangani PSS Sleman meski hanya dalam waktu singkat pada 2020.
Pengalamannya di Spanyol juga cukup luas, terutama sebagai pelatih kiper di klub-klub seperti Girona dan UE Lleida.
Sepak bola modern menuntut pelatih kepala memahami segala aspek permainan, termasuk penguasaan teknik dasar yang kuat — dan Eduardo punya keunggulan di area ini.
3. Duet Unik: Pelatih "Low Profile", Asisten "High Profile"
Yang juga tak kalah menarik adalah formasi tim pelatih yang mendampingi Eduardo.
Salah satunya adalah Shin Sang-gyu, mantan asisten pelatih Timnas Indonesia dan penerjemah pribadi Shin Tae-yong.
Sosok Shin dikenal sangat paham kultur sepak bola Indonesia dan bisa menjadi jembatan penting antara filosofi sepak bola Eropa ala Eduardo dan realita kompetisi domestik.
Selain itu, Persebaya juga mempertahankan Uston Nawawi, legenda hidup Green Force, sebagai asisten pelatih lokal yang bisa memberikan stabilitas dan nilai historis bagi tim.
Posisi pelatih kiper dipegang oleh Felipe Americo Martins Goncalves, pelatih asal Brasil yang telah lama malang melintang di sepak bola Indonesia.
4. Proyek Besar di Kompleks Gelora Bung Tomo
Seluruh aktivitas latihan dan pertandingan akan terpusat di Kompleks Gelora Bung Tomo (GBT), yang kini tengah dipersiapkan menjadi pusat kegiatan sepak bola modern.
Dengan fasilitas kebugaran baru yang sedang dibangun dan staf medis serta analis berpengalaman, Eduardo Pérez mendapatkan dukungan infrastruktur yang solid untuk membentuk tim idealnya.
Menurut manajemen, jajaran pelatih baru ini sudah berada di Surabaya sejak beberapa pekan lalu, menjalani evaluasi skuad dan mulai menyusun program pramusim.
Persebaya tampaknya benar-benar serius membangun fondasi jangka panjang, bukan hanya mengejar prestasi instan.
5. Pertaruhan Besar: Risiko atau Visioner?
Merekrut pelatih dengan catatan statistik minor tentu menjadi pertaruhan besar bagi klub sekelas Persebaya.
Namun sejarah dunia sepak bola sering kali menyimpan kisah mengejutkan — pelatih yang diremehkan di awal justru bisa menjadi arsitek kejayaan.
Eduardo mungkin bukan nama besar seperti Shin Tae-yong atau Bojan Hodak, tapi pendekatan dan pengalaman uniknya bisa jadi solusi berbeda di tengah stagnasi taktik Liga 1.
Didukung staf mumpuni dan atmosfer Surabaya yang penuh semangat, bukan tidak mungkin Eduardo bisa menjelma jadi “kisah sukses yang tak terduga” dalam sejarah Persebaya.
Kini semua mata tertuju pada era baru Green Force yang telah dimulai, dan semuanya dimulai dengan langkah berani — mempercayakan tim kepada seorang “underdog” asal Spanyol yang membawa lebih dari sekadar catatan statistik.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time



