Raih Hasil Imbang Pada Pertandingan Perdana, Persebi Boyolali Targetkan Tiga Poin Harga Mati di Laga Kedua Liga 4 Jateng

AKURAT.CO, Laga perdana Grup B Liga 4 Jawa Tengah 2024/2025 antara Persebi Boyolali melawan Persiharjo Sukoharjo di Stadion Gelora Merdeka Jombor, Sukoharjo, Sabtu (4/1/2025), berakhir dengan skor imbang 0-0.
Kedua tim gagal memanfaatkan peluang yang ada, meski pertandingan berlangsung sengit hingga peluit panjang dibunyikan.
Pelatih kepala Persebi Boyolali, Doel Khamid, mengungkapkan rasa kecewanya karena timnya tidak mampu mengamankan tiga poin seperti yang diharapkan.
Baca Juga: Liga 4 Jateng: Persipur Purwodadi Siap Bangkit Usai Kekalahan Perdana
Namun, ia tetap memberikan apresiasi atas kerja keras anak asuhnya.
“Anak-anak sudah luar biasa. Hanya saja, skema permainan yang kami siapkan tidak bisa berjalan maksimal karena kondisi lapangan,” ujar Doel Khamid usai pertandingan.
Persebi Boyolali sebenarnya menciptakan beberapa peluang emas.
Namun, penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat mereka harus puas berbagi poin di laga tandang ini.
Persiapan untuk Laga Kedua
Baca Juga: Meski Menang, Manajer Persak Kebumen Soroti Misskomunikasi dan Fokus Benahi Jelang Laga Melawan Persip di Kompetisi Liga 4 Jateng
Setelah hasil imbang di pertandingan perdana, Persebi Boyolali kini fokus mempersiapkan laga kedua.
Mereka akan menjamu Persika Karanganyar di Stadion Kebo Giro, Cepogo, Boyolali, pada Rabu (8/1/2025).
Doel Khamid menegaskan bahwa pertandingan kandang ini adalah momen penting untuk meraih tiga poin penuh.
“Kita main di home, harga mati wajib tiga poin,” tegasnya.
Pertandingan di kandang sendiri diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi Persebi Boyolali, mengingat dukungan dari suporter setia akan menjadi motivasi tambahan bagi tim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?



