Tindakan Brutal Hamisi Kembali Terulang, Persebaya Kirim Protes Keras ke PSSI

AKURAT.CO, Insiden kekerasan kembali tercorengkan oleh Wahyudi Hamisi, mengulangi sejarah pahit yang sama terhadap Robertino Pugliara pada tahun 2018.
Bruno Moreira menjadi korban terbaru dari tekel berbahaya yang dilakukan Hamisi. Persebaya mengecam keras tindakan tersebut dan telah mengirimkan surat protes ke PSSI, mendesak tindakan yang lebih tegas dan keadilan untuk pemainnya.
Kejadian mengerikan terulang di Stadion Gelora Bung Tomo, mengingatkan kita pada insiden yang menimpa Robertino Pugliara pada 13 Oktober 2018.
Kemarin, dalam sebuah pertandingan yang seharusnya menjadi pesta sepak bola, Bruno Moreira menjadi korban tindakan brutal Wahyudi Hamisi yang menendang kepala pemain tersebut saat terjatuh.
Video yang diunggah dan menjadi SLIDE PERTAMA dalam berita ini menunjukkan dengan jelas niat Hamisi yang tampaknya sengaja menargetkan kepala Moreira dan bukan bola.
Persebaya, klub yang diperkuat Moreira, dengan keras mengutuk tindakan tersebut yang berpotensi menyebabkan traumatic brain injury, dengan risiko cacat permanen atau bahkan kematian.
Manajemen Persebaya hari ini akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan bahwa Moreira tidak mengalami cedera serius pasca insiden.
Namun, yang lebih mengejutkan adalah keputusan wasit Ginanjar Rahman Latief yang hanya mengeluarkan kartu kuning kepada Hamisi.
Baca Juga: Vendry Mofu, Rahasia Taktik PSBS Biak Hadapi Semen Padang di Final Pegadaian Liga 2
Hal ini mengulangi kejadian serupa di masa lalu dimana Hamisi, dalam situasi yang jelas memerlukan kartu merah, hanya diberikan hukuman minimum.
Pertanyaan pun muncul mengenai posisi Ginanjar saat insiden itu terjadi, mengingat SLIDE KEDUA menunjukkan kedekatan wasit dengan momen kontroversial tersebut.
Hari ini, Persebaya berencana mengirimkan surat resmi beserta bukti-bukti tindakan Hamisi yang diabaikan wasit ke PSSI, mengingat serangkaian perilaku berbahaya yang telah dilakukan Hamisi sepanjang pertandingan.
Kekerasan di lapangan sepak bola adalah risiko yang selalu ada, namun kehadiran pemain yang berperilaku barbar seperti Hamisi meningkatkan risiko tersebut secara signifikan.
Pesan dari Presiden RI dan Ketum PSSI sangat jelas: sepak bola adalah sumber hiburan dan harus selalu dijalankan dengan sportivitas, bukan menjadi panggung bencana atau sumber kematian.
Persebaya berharap bahwa PSSI akan segera mengambil tindakan tegas terhadap Hamisi dan memperbaiki standar pengawasan dalam pertandingan untuk menghindari insiden serupa di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time






