Viral Mobil Dinas Blora Dipakai Mudik ke Sragen, Plt Sekwan Minta Maaf dan Akui Salah

JATENG.AKURAT.CO, Penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi kembali menjadi sorotan publik.
Kali ini, sebuah mobil dinas berpelat merah asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah, viral di media sosial setelah kedapatan digunakan untuk keperluan silaturahmi keluarga ke luar daerah pada momentum Lebaran.
Mobil dinas dengan nomor polisi K 28 E tersebut tertangkap kamera warga saat melintas di wilayah Sragen pada Sabtu (21/3).
Unggahan foto kendaraan tersebut pun langsung memicu beragam reaksi dari warganet yang mempertanyakan kepatuhan pejabat terhadap aturan penggunaan aset negara.
Kronologi Kejadian: Dari Blora Menuju Sragen
Menanggapi kegaduhan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Kabupaten Blora, Agus Listiyono, angkat bicara.
Ia secara terbuka mengakui bahwa dirinyalah yang mengemudikan mobil dinas tersebut untuk keperluan pribadi.
Agus menjelaskan, bahwa pada Sabtu pagi, ia sebenarnya masih menggunakan mobil tersebut untuk agenda kedinasan, yakni bersilaturahmi ke kediaman Bupati Blora, Arief Rohman.
Namun, perjalanan berlanjut ke rumah orang tuanya di Kunduran, hingga akhirnya ia memutuskan membawa mobil tersebut menuju rumah mertuanya di Sragen pada sore hari.
"Saya minta maaf atas hal itu. Saya sendiri yang membawa mobil itu," ujar Agus.
Akui Kurang Cermat Pahami Aturan KPK
Terkait larangan penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi, Agus mengaku sebenarnya sudah mengetahui adanya Surat Edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pengendalian dan Pencegahan Gratifikasi.
Meski demikian, ia berdalih ada kekurangcermatan dalam memahami detail aturan tersebut saat memutuskan membawa kendaraan operasional kantor untuk urusan keluarga.
"Saya tahu ada surat dari KPK itu dan saya merasa bersalah karena tidak cermat memahaminya," imbuhnya.
Sudah Kembali ke Blora
Agus menegaskan bahwa penggunaan mobil dinas tersebut hanya berlangsung singkat.
Setelah menempuh perjalanan melalui jalur Wirosari (Grobogan) menuju Sragen, ia langsung kembali ke Blora pada Minggu malam (22/3).
"Hanya sehari, tidak ke mana-mana. Minggu malam saya sudah kembali," pungkasnya.
Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar lebih berhati-hati dalam menjaga amanah fasilitas negara, terutama di masa libur hari raya di mana pengawasan publik melalui media sosial menjadi sangat ketat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?




