Perang AS - Iran! Rudal Balistik Iran Hantam Beit Shemesh Israel, 9 Tewas 21 Luka; Korban Diperkirakan Terus Bertambah

JATENG.AKURAT.CO, Sedikitnya sembilan orang dilaporkan tewas dan 21 lainnya luka-luka setelah rudal Iran menghantam kota Beit Shemesh, Israel bagian tengah, Minggu (1/3/2026).
Petugas masih melakukan pencarian di antara reruntuhan bangunan, sehingga jumlah korban dikhawatirkan terus bertambah.
Layanan darurat Israel, Magen David Adom (MDA), menyatakan tim medis dan ambulans segera dikerahkan ke lokasi tak lama setelah ledakan terjadi.
Beberapa korban dilaporkan dalam kondisi serius dan telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
Serangan ini terjadi ketika Iran terus melancarkan serangan balasan sehari setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Kematian Khamenei memicu eskalasi tajam konflik di kawasan.
Militer Israel menyatakan tim pencarian dan penyelamatan, termasuk helikopter evakuasi medis, masih beroperasi di Beit Shemesh.
Otoritas pertahanan juga tengah meninjau bagaimana rudal balistik tersebut bisa menghantam kawasan permukiman.
Dikutip dari Al Jazeera, insiden ini sebagai salah satu serangan paling mematikan di Israel sejak gelombang konflik terbaru dimulai.
“Petugas masih berupaya mengevakuasi warga yang diyakini terjebak di bawah puing-puing. Ada kekhawatiran jumlah korban akan bertambah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pertanyaan publik mengenai sistem peringatan dini yang disebut tidak berbunyi sebelum rudal menghantam.
Sejak Sabtu, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan berkelanjutan terhadap Iran yang menewaskan Khamenei serta sejumlah pejabat senior lainnya.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa pembunuhan Khamenei akan membuat konfrontasi semakin kompleks dan berbahaya.
“Kami tidak memiliki batasan dalam membela diri,” tegas Araghchi.
Sementara itu, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dalam pidato yang disiarkan televisi menegaskan negaranya akan tetap melanjutkan garis perjuangan Khamenei dan tidak akan tunduk pada tekanan eksternal.
Ketegangan yang terus meningkat ini memicu kekhawatiran akan eskalasi perang yang lebih luas di Timur Tengah, dengan warga sipil dari pihak pihak yang bertikai kembali menjadi korban di tengah konflik bersenjata yang kian memburuk.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kolaborasi Huawei x Pop Mart: Nova 16 Pro dan Watch Fit 5 Hirono Edition Resmi Dirilis
- 2Jadwal Lengkap F1 GP Bahrain di Malaysia 2–4 Oktober 2026, Ada Live Streaming
- 3UPDATE Live Skor! PSIS vs Adhyaksa FC: Sundulan Miftahul Hamdi Bawa Laskar Mahesa Jenar Unggul 1-0 di Babak Pertama
- 4Cuma Dari YouTube, Reiga Luwes Menari Sampai Bikin Orang Tua Bangga
- 5Pakar Hukum Tata Negara Soroti Perkara Ijazah Gibran di MK: Dinilai Jadi Terobosan Hukum dan Menyisakan Persoalan Kewenangan
- 6Starting Grid MotoGP Jepang 2026: Jorge Martin Pole Position, Marc Marquez Membayangi di Posisi Kedua
- 7BAGANA Blora Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk 65 KK Terdampak Kekeringan di Randublatung
- 8Jadwal MotoGP Jepang 2026 dan Cara Nonton Live Streaming: Persaingan Sengit Marc Marquez & Jorge Martin
- 9Prediksi Skor Persis Solo vs Kendal Tornado FC: Laskar Badai Pantura Diuji Atmosfer Panas Manahan
- 10Bukan Sekadar Pelantikan, MES Jateng Siapkan Ekonomi Syariah Tembus Pasar Global









