Hibur Penumpang, KAI Daop 4 Gelar Pertunjukan Barongsai di Stasiun Tawang dalam Rangka Imlek

JATENG.AKURAT.CO, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang menghibur ribuan penumpang di Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng dengan menggelar pertunjukan barongsai dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek 2026, Selasa (17/2/2026).
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda dan penuh kebahagiaan bagi para pelanggan, khususnya penumpang yang berada di Stasiun Semarang Tawang.
“Dalam rangka memperingati Tahun Baru Imlek, kami ingin menghadirkan kesan perjalanan yang berbeda kepada para pelanggan. Kami menghadirkan atraksi barongsai sekaligus menyapa penumpang yang sedang menunggu kedatangan kereta,” ujarnya.
Tak hanya hiburan, KAI Daop 4 juga memberikan promo khusus dalam momentum Imlek. Pelanggan yang melakukan pembelian di gerai makanan yang tersedia di area bertema Imlek di Stasiun Semarang Tawang mendapatkan potongan harga 10 persen untuk perjalanan selama bulan Februari 2026. Promo tersebut tidak berlaku untuk periode Lebaran.
Pada momen libur panjang Imlek ini, jumlah penumpang kereta api di wilayah Daop 4 Semarang tercatat sangat tinggi. Sejak Jumat hingga Selasa (17/2/2026), total penumpang yang berangkat maupun datang di seluruh stasiun wilayah Daop 4 Semarang telah melampaui 500 ribu orang.
“Puncak tertinggi terjadi pada Sabtu kemarin, dengan jumlah penumpang turun lebih dari 30 ribu orang di seluruh stasiun wilayah Daop 4,” jelas Luqman.
Sementara itu, pada Selasa (17/2/2026) hingga siang hari, jumlah penumpang yang berangkat tercatat lebih dari 24 ribu orang, sedangkan penumpang yang tiba mencapai lebih dari 21 ribu orang. Angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat terus berubah seiring penjualan tiket yang masih berlangsung hingga menjelang keberangkatan.
Tingginya arus penumpang, menurut Luqman, tak lepas dari banyaknya destinasi wisata di Kota Semarang yang menjadi tujuan masyarakat untuk berlibur selama masa Imlek.
Ia juga mengimbau calon penumpang, khususnya yang berangkat dari Stasiun Semarang Tawang, untuk mengantisipasi kepadatan akses menuju stasiun. Pasalnya, di sekitar kawasan tersebut masih berlangsung kegiatan Dugderan yang berpotensi menimbulkan kemacetan.
“Kami mengimbau pelanggan untuk berangkat lebih awal dari biasanya agar tidak tertinggal kereta akibat terjebak macet di sekitar stasiun,” tegasnya.
Adapun rute favorit selama masa libur panjang Imlek ini masih didominasi tujuan Jakarta, disusul Surabaya dan Solo. Untuk layanan kereta yang paling banyak digunakan masyarakat di wilayah Daop 4 Semarang, antara lain KA Jogja–Semarang–Solo, KA Ambarawa–Pasarebo, serta kereta tujuan Jakarta.
Dengan berbagai layanan dan hiburan tersebut, KAI Daop 4 berharap dapat terus memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman dan berkesan bagi seluruh pelanggan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







