Misteri Hilangnya Mbah Wakijem di Hutan Desa Sukorejo Gunungpati, Tim SAR Masih Melakukan Pencarian

JATENG.AKURAT.CO, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, dan relawan Kota Semarang masih terus melakukan pencarian terhadap seorang perempuan lanjut usia yang dilaporkan hilang sejak Minggu (4/1).
Survivor bernama Mbah Wakijem, warga Kalialang, Gunungpati, dilaporkan pergi meninggalkan rumah tanpa pamit dengan berjalan kaki, sebelum diduga mengarah ke kawasan hutan di Desa Sukorejo.
Hingga hari ini, Senin (5/1), keberadaan Mbah Wakijem masih menjadi misteri, dan menyiksakan kesedihan bagi keluarganya.
Pencarian dilakukan oleh tim gabungan dengan hati-hati di medan yang tidak mudah, menyusuri jalur hutan dan area rawan yang diduga dilalui Mbah Wakijem.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih melakukan pencarian, dan berharap segera menemukan Mbah Wakijem dalam keadaan selamat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







