Ayah Tewas Dianiaya Anak Kandung di Purbalingga, Pelaku Diduga ODGJ

JATENG.AKURAT.CO, Kasus pembunuhan dengan pelaku orang dengan gangguan jiwa kembali terjadi di Kabupaten Purbalingga, pada Kamis (6/11).
Korban bernama Muhromi Dasmin (80) warga Dukuh Brubahan RT 2 RW 7 Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja, Purbalingga tewas dianiaya anak kandungnya, Sarno (46).
Diduga pelaku mengalami gangguan jiwa sejak lama, dan kambuh hingga menganiaya ayahnya hingga kehilangan nyawa.
Kasat Reskrim Polres Purbalingga, AKP Siswanto mengatakan, peristiwa naas tersebut terjadi di rumah korban sekitar pukul 12.30 WIB.
"Benar mas. Saat ini kami masih penyelidikan dan meminta keterangan saksi-saksi," katanya.
Melansir dari akun @infopurbalingga.id, korban merenggang nyawa setelah dipukul pelaku dengan kayu pada bagian belakang kepala.
Pelaku berhasil ditangkap oleh polisi yang dibantu warga di area perkebunan, dan langsung dibawa ke Mapolres Purbalingga untuk diamankan.
"Tadi langsung dicari oleh tim Resmob dan berhasil menangkap pelaku," ucapnya.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait motif pelaku melakukan penganiayaan hingga menyebabkan orang tuanya meninggal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







