Terpeleset saat Mencari Rumput, Warga Kebumen Hilang di Sungai Karanganyar

JATENG.AKURAT.CO, Seorang pencari rumput bernama Sahad (64) dilaporkan hilang setelah terpeleset dan terseret arus Sungai Karanganyar pada Kamis (06/11) sekitar pukul 16.00 WIB.
Korban diketahui merupakan warga Dukuh Gentanlor RT 01 RW 01, Desa Caruban, Kecamatan Adimulyo.
Humas BPBD Kebumen, Heri Purwanto menjelaskan, kejadian tersebut berawal ketika korban tengah mencari rumput di sekitar bantaran sungai.
Menurut keterangan saksi mata, korban terpeleset dan jatuh ke sungai yang saat itu sedang berada dalam kondisi debit air tinggi.
Heri mengatakan, sesaat setelah menerima laporan, BPBD Kebumen bersama unsur gabungan langsung melakukan assessment awal terkait kronologi kejadian serta pengumpulan data identitas korban.
Upaya pencarian kemudian dilakukan melalui penyisiran aliran sungai, baik dari tepi maupun menggunakan perahu karet untuk memperluas jangkauan pencarian.
“Tim gabungan bergerak cepat melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai. Namun hingga petang, korban belum ditemukan. Pencarian akan dilanjutkan besok pagi, Jumat (7/11),” katanya.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Kebumen, USS Kebumen (Kantor SAR Cilacap), Koramil Adimulyo, Polsek Adimulyo, Pos Damkar Gombong, Pos Damkar Petanahan, SAR Elang Perkasa, Potensi SAR, Pemerintah Desa Caruban, serta masyarakat sekitar yang turut membantu proses penyisiran.
Pihak keluarga berharap korban segera ditemukan, sementara tim di lapangan terus berupaya maksimal meski terkendala kondisi sungai yang masih berarus deras.
“Kami mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika debit air sedang tinggi. Keselamatan harus diutamakan,” pungkas Heri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







