Resmi Jadi Geopark Nasional, Kolaborasi Banjarnegara dan Wonosobo Jadi Kunci Majukan Dataran Tinggi Dieng

JATENG.AKURAT.CO, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menyambut baik penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai Geopark Nasional oleh Kementerian ESDM.
Gus Yasin menegaskan, status baru ini harus menjadi momentum untuk mengembangkan Dieng tidak hanya sebagai kawasan pariwisata, tetapi juga sebagai pusat penelitian, pendidikan, dan konservasi.
Pernyataan ini disampaikan saat menerima penyerahan Sertifikat Salinan Keputusan Menteri ESDM di kompleks Kantor Gubernur Jateng pada Rabu (24/9).
Gus Yasin berharap penetapan geopark akan menarik para peneliti, baik dari dalam maupun luar negeri.
"Tujuannya agar Dieng ini bisa kita jaga bersama-sama," ucapnya.
Baca Juga: Tuntut Pesangon 7 Bulan Belum Dibayar, Ribuan Eks Buruh Sritex Demo di Depan Kantor Gubernur Jateng
Menurut Gus Yasin, warisan budaya Dieng, baik benda maupun tak benda, seperti candi dan tradisi rambut gimbal, memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo untuk berkolaborasi mengembangkan potensi tersebut secara profesional dan berkelanjutan.
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, menyebut penetapan ini sebagai modal awal untuk membangun pengelolaan Dieng yang lebih profesional.
Ia menekankan bahwa Geopark Nasional Dieng harus menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan daerah dan dikelola dengan prinsip akuntabilitas.
Wafid juga berharap Dieng dapat diakui sebagai UNESCO Global Geopark (UGG) di masa depan.
Untuk mencapai status UGG, diperlukan pelestarian melalui konservasi, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dieng sendiri memiliki kekayaan alam yang melimpah, mencakup 23 situs warisan geologi (seperti Kawah Sikidang), 8 situs keanekaragaman hayati (seperti Gunung Prau), dan 9 situs keragaman budaya (seperti Kompleks Candi Arjuna).
Penetapan Dieng sebagai Geopark Nasional sejalan dengan 11 program prioritas Gubernur Ahmad Luthfi dan Taj Yasin, yang bertujuan untuk mengembangkan pariwisata, pendidikan, dan menjaga kelestarian lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







