Heboh! Gerhana Bulan Total Blood Moon Akan Hiasi Langit Indonesia! Ini Jadwal Lengkap dan Cara Melihatnya!

JATENG.AKURAT.CO, Siap-siap, langit akan memberikan pertunjukan spektakuler! Fenomena alam langka, Gerhana Bulan Total atau yang sering disebut Blood Moon akan kembali terjadi malam ini, 7 September 2025.
Ini adalah gerhana bulan total kedua di tahun 2025, setelah yang pertama terjadi pada 14 Maret 2025 lalu.
Jangan sampai terlewat, karena jutaan orang di seluruh dunia berkesempatan menyaksikannya, termasuk kita di Indonesia!
Jadwal Lengkap Gerhana Bulan Total Menurut BMKG
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gerhana ini akan melewati beberapa fase yang bisa Anda saksikan secara berurutan.
Catat baik-baik jadwalnya dalam Waktu Indonesia Barat (WIB):
Fase Parsial Dimulai: 6 September, pukul 23:15 WIB. Bulan akan mulai memasuki bayangan Bumi.
Fase Totalitas Dimulai: 7 September, pukul 00:30 WIB. Bulan akan sepenuhnya tertutup bayangan Bumi dan mulai terlihat kemerahan.
Puncak Gerhana: 7 September, pukul 01:11 WIB. Pada saat ini, Bulan akan berada di titik paling gelap dan paling merah.
Fase Totalitas Berakhir: 7 September, pukul 01:53 WIB. Bulan akan mulai keluar dari bayangan penuh Bumi.
Seluruh Fase Berakhir: 7 September, pukul 03:08 WIB. Bulan akan kembali ke penampakan normalnya.
Mengapa Bulan Berubah Warna Menjadi Merah?
Gerhana Bulan Total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus.
Bumi menghalangi cahaya Matahari mencapai Bulan. Namun, ada sedikit cahaya yang berhasil menembus atmosfer Bumi.
Cahaya ini kemudian menyebar, di mana panjang gelombang warna biru terhambur, sementara panjang gelombang warna merah tetap lolos dan terpantul di permukaan Bulan.
Fenomena inilah yang membuat Bulan tampak berwarna merah darah. Uniknya, faktor seperti abu vulkanik atau asap di atmosfer bisa membuat warna merahnya menjadi lebih pekat.
Di Mana Lokasi Terbaik untuk Melihatnya?
Kabar baiknya, gerhana ini bisa disaksikan oleh sekitar 6,2 miliar penduduk dunia atau 77% populasi.
Lokasi-lokasi terbaik untuk menyaksikannya adalah di Asia (terutama Indonesia), Australia Barat, Eropa, dan Afrika.
Anda bisa melihatnya langsung dengan mata telanjang, tanpa perlu alat khusus.
Namun, jika Anda memiliki teleskop atau lensa telefoto, pemandangan Bulan Merah akan terlihat jauh lebih dramatis dan menakjubkan!
Jadi, jangan lewatkan kesempatan langka ini untuk menyaksikan keindahan alam yang memukau.
Siapkan kamera, ajak keluarga atau teman, dan nikmati pertunjukan langit yang hanya terjadi sesekali!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?




