Resmi Bercerai dengan Azizah Salsha, Berapa Besar Kekayaan Pratama Arhan, Salah Satu Pemain yang Pernah Memperkuat Timnas Indonesia

JATENG.AKURAT.CO Resmi Bercerai dengan Azizah Salsha, Berapa Besar Kekayaan Pratama Arhan, Salah Satu Pemain yang Pernah Memperkuat Timnas Indonesia. Simak penjelasannya di artikel ini.
Disamping kabar retaknya rumah tangga Pratama Arhan, dengan selebgram Azizah Salsha, warganet penasaran dengan jumlah harta kekayaan pesepakbola Timnas Indonesia itu.
Pratama Arhan diketahui menjalani sidang cerai perdana di Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Senin (25/8/2025).
Baca Juga: Saham Nissan Anjlok 6 Persen Usai Mercedes-Benz Lepas Kepemilikan Senilai Rp5,4 Triliun
Berdasarkan penelusuran melalui Sistem Penelusuran Perkara Pengadilan (SIPP), perceraian ini tercatat sebagai cerai talak.
Nomor perkaranya adalah 4274/Pdt.G/2025/PA.Tgrs.
Dengan gugatan perceraian diajukan oleh pihak suami, dalam hal ini Pratama Arhan sejak 1 Agustus 2025.
Perkara yang diajukan Arhan adalah berupa cerai talak. Petugas Pengadilan Agama Tigaraksa membenarkan bahwa agenda hari ini merupakan sidang perdana cerai antara Pratama Arhan dan Azizah Salsha.
Kabar ini terendus media secara tak sengaja saat datang ke pengadilan untuk meliput kasus lain, namun mendengar nama Pratama Arhan dan Nurul Azizah Rosiade dipanggil ke ruang sidang III PA Tigaraksa.
Beberapa orang tampak memasuki ruang sidang dan berada di dalam selama sekitar 15 menit.
Hal ini lantas dikonfirmasi oleh pihak pengadilan, bahwa sidang tersebut memang merupakan sidang cerai perdana Arhan dan Azizah.
Usai sidang, seorang pria dan wanita keluar ruangan lalu langsung menuju mobil tanpa menanggapi pertanyaan awak media.
Sopir yang mengemudikan mobil tersebut membenarkan bahwa mereka adalah pihak dari keluarga Arhan.
Penasaran Berapa Sih Harta Kekayaan Pratama Arhan?
Saat Ini Pratama Arhan tengah berada di puncak kariernya.
Setelah tampil cemerlang di Tokyo Verdy dan Suwon FC, Arhan kini memperkuat Bangkok United di Liga Thailand.
Melansir dari laman Transfermarkt, nilai pasar Arhan sempat mencapai Rp5,6 miliar pada pertengahan 2022.
Adapun gaji tahunannya ketika masih di Suwon FC diperkirakan mencapai Rp10 miliar, meningkat drastis dari kisaran Rp500–600 juta saat ia masih bermain di Jepang.
Tak hanya itu, penghasilan Arhan dari media sosial dan endorsement pun terbilang fantastis.
Berdasarkan laporan Hafi, Arhan menghasilkan antara US$1,2–1,6 juta per tahun dari aktivitas daring tersebut.
Dengan estimasi konservatif, total kekayaannya pada pertengahan 2025 bisa mencapai US$17,7 juta atau sekitar Rp290 miliar.
Angka ini menjadikan Arhan sebagai salah satu pesepak bola Indonesia dengan pendapatan tertinggi saat ini.
Diluar berita perceraiannya, sayangnya nama Pratama Arhan tidak masuk daftar Garuda Calling Timnas Indonesia senior untuk ajang FIFA Match Day September Nanti. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?




