Jateng

UPDATE! Sesar Baribis Diduga jadi Penyebab Gempa Bekasi Getaran Gempa Terasa hingga Jakarta Bogor Sumedang Purwakarta Jabar

Arixc Ardana | 20 Agustus 2025, 20:31 WIB
UPDATE! Sesar Baribis Diduga jadi Penyebab Gempa Bekasi Getaran Gempa Terasa hingga Jakarta Bogor Sumedang Purwakarta Jabar

JATENG.AKURAT.CO, Bekasi dan sekitarnya diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 pada Rabu malam (20/8/2025) sekitar pukul 19.54 WIB.

Menurut data BMKG, episentrum gempa berada di darat, sekitar 14 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan kedalaman hanya 10 kilometer.

Dangkalnya gempa membuat getarannya terasa kuat hingga Jakarta, Depok, dan Bogor, bahkan sampai Sumedang Jabar

Baca Juga: Gempa Bekasi 4,9 Magnitudo Dikaitkan dengan Sesar Baribis, Cek Apa Itu Sesar Baribis dan Potensi Bahaya yang Mengancam Jabodetabek!

Fenomena ini kembali menyoroti keberadaan Sesar Baribis, sebuah patahan aktif yang diduga kuat menjadi sumber gempa tersebut.

Apa Itu Sesar Baribis?

Sesar Baribis adalah patahan geologi aktif yang membentang di bagian utara Jawa Barat hingga masuk ke kawasan timur Jakarta.

Panjangnya diperkirakan lebih dari 100 kilometer, melewati daerah Purwakarta, Karawang, Bekasi, Depok, hingga sebagian wilayah DKI Jakarta.

Sesar ini sudah lama dipetakan oleh para ahli kegempaan karena posisinya yang berdekatan dengan pusat aktivitas manusia di Jabodetabek.

Jika bergerak, sesar ini berpotensi memicu gempa dengan kekuatan cukup besar.

Hubungan dengan Gempa Bekasi

Gempa Bekasi pada 20 Agustus 2025 bersumber di daratan dengan kedalaman sangat dangkal, hanya 10 km.

Karakteristik ini sesuai dengan gempa yang sering dipicu oleh pergerakan sesar lokal, bukan aktivitas subduksi lempeng di selatan Jawa.

Lokasi episentrum yang berdekatan dengan jalur patahan Baribis, membuat dugaan kuat gempa malam ini berkaitan langsung dengan aktivitas sesar tersebut.

Bahaya laten bagi Jabodetabek

Aktivitas Sesar Baribis menjadi perhatian serius karena berada di kawasan berpenduduk padat.

Kajian geologi menunjukkan sesar ini mampu menghasilkan gempa dengan magnitudo di atas 6, yang tentu dapat berdampak besar bila terjadi di kawasan metropolitan seperti Jakarta dan sekitarnya.

Gempa magnitudo 4,9 kali ini bisa disebut sebagai pengingat bahwa wilayah Jabodetabek tidak bebas dari ancaman gempa bumi.

Pentingnya Kesiapsiagaan

Kejadian ini menegaskan pentingnya meningkatkan kesadaran dan mitigasi.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan masyarakat antara lain:

Mengenali jalur evakuasi di rumah maupun lingkungan sekitar.

Memastikan struktur bangunan rumah cukup aman terhadap guncangan.

Selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait aktivitas kegempaan.

Gempa Bekasi 20 Agustus 2025 mungkin hanya berskala menengah, namun menjadi peringatan nyata bahwa Sesar Baribis masih aktif dan bisa memicu guncangan kapan saja.

Kewaspadaan adalah kunci untuk mengurangi risiko di wilayah padat seperti Jabodetabek.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.