Gempa Bekasi 4,9 Magnitudo Dikaitkan dengan Sesar Baribis, Cek Apa Itu Sesar Baribis dan Potensi Bahaya yang Mengancam Jabodetabek!

JATENG.AKURAT.CO, Guncangan gempa bumi bermagnitudo 4,9 yang terjadi di Bekasi pada Rabu malam (20/8/2025) masih menjadi perbincangan warga.
Gempa Bekasi yang terpantau sangat dangkal, dengan kedalaman hanya 10 kilometer, membuat getarannya terasa kuat meski magnitudo tergolong menengah.
Penyebab gempa Bekasi ini juga disebut-sebut dikaitkan dengan sesar Baribis, yang membentang di wilayah Jabodetabek, benarkah sesar ini menjadi penyebabnya? simak selengapnya
Banyak warga di Bekasi, Jakarta, hingga Bogor mengaku merasakan seluruh rumah bergoyang.
“Se-rumah goyang semua, lumayan bikin kaget. Kirain cuma sebentar, ternyata info BMKG keluar ada gempa,” tulis seorang warga di media sosial sembari menambahkan emotikon terkejut.
Kenapa Getarannya Terasa Kuat?
BMKG mencatat pusat gempa berada di daratan, sekitar 14 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi.
Dengan kedalaman dangkal, energi gempa lebih cepat sampai ke permukaan tanah, sehingga guncangan dirasakan lebih kuat oleh masyarakat.
Selain itu, kondisi tanah lunak di wilayah Jabodetabek ikut memperbesar efek getaran, membuat masyarakat merasakan getaran seolah lebih besar dari magnitudo aslinya.
Apakah Terkait dengan Sesar Baribis?
Pertanyaan besar yang muncul kemudian adalah: apakah gempa ini ada hubungannya dengan Sesar Baribis?
Sesar Baribis adalah patahan atau retakan besar pada lapisan bumi yang membentang dari Purwakarta, Karawang, Bekasi, hingga masuk ke wilayah timur Jakarta.
Sesar ini digolongkan sebagai sesar aktif, artinya patahan tersebut masih bisa bergerak dan berpotensi memicu gempa bumi.
Dalam istilah geologi, sesar aktif adalah jalur lemah di kerak bumi tempat energi tektonik terakumulasi dan sewaktu-waktu bisa dilepaskan dalam bentuk gempa.
Panjang dan Jalur Sesar Baribis
Peneliti menyebut Sesar Baribis memiliki jalur yang cukup panjang, bahkan bisa mencapai lebih dari 100 kilometer.
Lintasan sesar ini melintas di kawasan padat penduduk di Jawa Barat hingga Jabodetabek, sehingga keberadaannya menjadi perhatian khusus.
Beberapa kota/kabupaten yang diperkirakan dilalui jalur Sesar Baribis antara lain:
- Purwakarta
- Karawang
- Bekasi
- Depok
- Bagian timur DKI Jakarta
Potensi Bahaya
Karena berada di kawasan padat penduduk, aktivitas Sesar Baribis menjadi ancaman serius jika suatu saat melepaskan energi gempa dalam skala besar.
Sejumlah kajian menyebutkan, sesar ini mampu menghasilkan gempa dengan magnitudo lebih dari 6.
Meskipun demikian, tidak semua pergerakan sesar langsung menimbulkan kerusakan parah.
Faktor kedalaman gempa, jenis batuan, hingga kondisi tanah di permukaan juga memengaruhi besar kecilnya dampak guncangan.
Apakah Gempa Bekasi Terkait dengan Sesar Baribis?
Gempa berkekuatan 4,9 SR yang terjadi di Bekasi 20 Agustus 2025 malam ini, diduga ada hubungannya dengan Sesar Baribis.
Lokasinya yang berdekatan membuat para ahli menduga aktivitas sesar ini menjadi pemicunya.
Namun, BMKG masih terus melakukan kajian lebih dalam sebelum menyimpulkan secara resmi.
Pentingnya Kewaspadaan
Keberadaan Sesar Baribis menunjukkan bahwa wilayah Jabodetabek bukan kawasan yang bebas gempa.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu siap siaga, misalnya dengan memahami jalur evakuasi, memperkuat bangunan rumah, dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.
Imbauan untuk Warga
Meskipun tidak berpotensi tsunami, masyarakat tetap diimbau untuk waspada. Gempa dangkal seperti ini kerap memicu gempa susulan, meski dengan skala lebih kecil.
Warga diminta untuk memeriksa kondisi bangunan rumah masing-masing dan memastikan jalur evakuasi darurat.
Keberadaan Sesar Baribis menunjukkan bahwa wilayah Jabodetabek bukan kawasan yang bebas gempa.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu siap siaga, misalnya dengan memahami jalur evakuasi, memperkuat bangunan rumah, dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?




