Jateng

QRIS Jelajah Budaya Indonesia 2025, Kolaborasi Digitalisasi dan Pelestarian Warisan Budaya Jateng

Arixc Ardana | 18 Agustus 2025, 14:49 WIB
QRIS Jelajah Budaya Indonesia 2025, Kolaborasi Digitalisasi dan Pelestarian Warisan Budaya Jateng

JATENG.AKURAT.CO, Selain memperkuat ekosistem transaksi digital, Bank Indonesia Jawa Tengah menghadirkan inovasi unik melalui program QRIS Jelajah Budaya Indonesia (QJI) 2025 yang menjadi bagian dari rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN).

Program ini resmi diluncurkan dalam seremoni puncak PQN di Semarang, 17 Agustus 2025, dan untuk pertama kalinya diikuti serentak oleh seluruh KPwBI di Jawa Tengah, yaitu Semarang, Solo, Tegal, dan Purwokerto.

“QRIS Jelajah Budaya Indonesia kami hadirkan untuk mengajak masyarakat menikmati pesona budaya, sejarah, dan pariwisata Jawa Tengah sambil bertransaksi digital. Dengan begitu, digitalisasi bisa menyatu dengan pelestarian budaya,” terang Rahmat Dwisaputra, Kepala BI Jateng.

Baca Juga: Pekan QRIS Nasional 2025, BI Jateng Dorong Ekosistem Pembayaran Digital

Inspirasi Budaya dalam QRIS Jelajah Budaya Jateng 2025

Tema utama yang diangkat adalah “Condroning Pesisir”, yang terinspirasi dari kekayaan budaya pesisir utara Jawa, seperti:

Tradisi linting kretek di Kudus, Solo, dan Tegal.

Seni batik Tiga Negeri dari Lasem.

Dolanan tradisional Mangkunegaran.

Layang-layang nelayan pesisir yang sarat filosofi kedekatan manusia dengan alam.

Dalam misi jelajah yang berlangsung pada 17–22 Agustus 2025, peserta akan menelusuri destinasi wisata Semarang – Kudus – Rembang – Lasem – Jepara – Karimunjawa.

Setiap peserta dapat menggunakan aplikasi Jejak Wisata Sejarah (Jasirah) yang dikembangkan BI Jateng, guna mengeksplorasi profil sejarah, budaya, dan cerita unik dari tiap lokasi.

Program ini tidak sekadar menghadirkan wisata digital, tetapi juga memperkuat kampanye penggunaan QRIS di sektor pariwisata.

Dengan QRIS, transaksi tiket masuk, kuliner, hingga oleh-oleh khas daerah bisa dilakukan dengan lebih cepat, aman, dan efisien.

Selain itu, BI Jateng juga meluncurkan QRIS Tap NFC di Trans Semarang, melanjutkan inovasi sebelumnya yang diuji coba di kawasan Borobudur.

Penumpang Trans Semarang bahkan mendapat tarif promo Rp80 untuk 1.000 transaksi per hari pada 16–18 Agustus 2025 bila menggunakan QRIS Tap.

Melalui kombinasi antara digitalisasi transaksi dan pelestarian budaya, BI Jateng berharap masyarakat tidak hanya semakin terbiasa menggunakan QRIS, tetapi juga semakin cinta terhadap kekayaan budaya Jawa Tengah.

“Digitalisasi bukan berarti meninggalkan budaya. Justru, kami ingin teknologi membantu budaya semakin dikenal, dicintai, dan diwariskan ke generasi berikutnya,” pungkas Rahmat.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.