Kolaborasi Hangat di Bulan Ramadan: Pemuda Katolik Komcab Kendal dan GP Ansor Berbagi Takjil dan Buka Bersama

JATENG.AKURAT.CO, Bulan Ramadan selalu menjadi momen yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi, tak hanya sesama umat Islam, tetapi juga antar pemeluk agama.
Buktinya, Pemuda Katolik Komcab Kendal bersama Gerakan Pemuda Ansor sukses menggelar acara bagi-bagi takjil dan buka bersama pada Sabtu (29/3/2025) di Posko Mudik Ansor Banser, Ngadibolo, Kecamatan Boja.
Kegiatan ini berhasil menyedot perhatian warga sekitar, terutama para pemuda dari berbagai latar belakang.
Tak kurang dari 500 paket takjil dibagikan secara gratis kepada pengendara dan warga yang melintas di sekitar posko.
Pembagian ini dimaksudkan untuk meringankan beban mereka yang sedang dalam perjalanan saat waktu berbuka tiba.
Takjil Gratis, Toleransi yang Manis
Acara tak hanya berhenti di pembagian takjil. Usai azan Maghrib berkumandang, kegiatan dilanjutkan dengan buka bersama yang dihadiri oleh anggota Pemuda Katolik, Gerakan Pemuda Ansor, Fatayat NU, dan Muslimat NU.
Suasana hangat terasa saat mereka duduk bersama, menikmati hidangan berbuka sambil bertukar cerita.
Fidelis Mahelza Adhi Sandyano, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Kendal, menegaskan bahwa acara ini adalah bentuk nyata kolaborasi positif antar pemuda.
"Kami ingin menunjukkan bahwa meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda, kita bisa bersatu dan saling mendukung dalam momen yang penuh berkah ini," ujarnya.
Apresiasi dari Berbagai Pihak
Inisiatif Pemuda Katolik dan Ansor ini mendapat pujian dari tokoh masyarakat setempat.
Banyak yang menilai kegiatan semacam ini bisa menjadi contoh bagi generasi muda lainnya untuk terus menjaga toleransi dan kerukunan di tengah keberagaman.
Kolaborasi antarorganisasi pemuda ini tidak hanya memberikan manfaat praktis—seperti takjil gratis dan buka bersama—tetapi juga mengirim pesan kuat tentang pentingnya persatuan dalam keberagaman.
Di tengah isu-isu yang kerap memecah belah, aksi sederhana seperti ini justru menjadi oase kerukunan yang patut diapresiasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








