Wali Kota Semarang Ingatkan Bahaya Seluncuran di Pleret atau Bendung Sungai Banjir Kanal Barat

AKURAT.CO, Fenomena "surfing" atau seluncuran di Pintu Air Bendung Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) Semarang, yang belakangan ini menjadi viral di kalangan anak-anak dan remaja, mendapat perhatian serius dari pemerintah kota.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi bahaya yang mungkin timbul akibat aktivitas tersebut.
Wali Kota Semarang mengungkapkan kekhawatirannya terhadap keselamatan para pengunjung yang tertarik untuk mencoba seluncuran di bendungan tersebut.
Baca Juga: Jateng Terpilih Jadi Tuan Rumah Pomnas XIX 2025
"Saat ini memang sedang viral aktivitas surfing Pleret di BKB, dimana kebetulan kondisi airnya sedang surut. Namun, saya mengingatkan semua untuk tetap berhati-hati karena arus sungai yang cukup deras dan potensi air bah yang bisa datang sewaktu-waktu," ujar Ita, sapaan akrab Wali Kota.
Pemerintah Kota Semarang akan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mendapatkan prakiraan cuaca yang akurat dan menginformasikan kondisi terkini kepada masyarakat.
"Kami memantau cuaca secara berkala, terutama kondisi di Kabupaten Semarang yang langsung berpengaruh pada debit air Sungai BKB," tambah Ita.
Baca Juga: PSIS Semarang Rekrut Joao Ferrari, Bek Asing dari Brasil, Ini Profilnya
Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) diminta untuk memeriksa dan memastikan fungsi Early Warning System (EWS) yang ada di lokasi.
"Kami akan menyiapkan sinyal peringatan dini jika terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba, sehingga masyarakat, terutama anak-anak, bisa langsung mengambil langkah pencegahan," jelas Wali Kota.
Camat Semarang Barat, Elly Asmara, menyatakan akan mengambil langkah-langkah pencegahan dengan memasang rambu dan banner informasi darurat.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap orang yang beraktivitas di area ini bisa segera menghubungi tim SAR atau kecamatan jika terjadi situasi darurat," ucapnya.
Kegiatan seluncuran di Bendung Sungai BKB memang menarik banyak pengunjung yang penasaran. Meskipun dianggap sebagai hiburan murah dan menarik, baik pemerintah kota maupun warga diminta untuk tetap memprioritaskan keselamatan.
"Ini memang menjadi hiburan yang murah dan viral, tetapi kami tidak boleh mengabaikan aspek keselamatan," tutup Camat Semarang Barat.
Pemerintah Kota Semarang berharap dengan adanya imbauan dan pengawasan yang ketat, masyarakat dapat menikmati aktivitas ini dengan aman dan terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?



