Jateng

Jamaah Masjid Aolia Bikin Penasaran, Kok Bisa Sholat Ied Lebih Cepat Dari Umat Islam yang Lain?

Theo Adi Pratama | 6 April 2024, 10:46 WIB
Jamaah Masjid Aolia Bikin Penasaran, Kok Bisa Sholat Ied Lebih Cepat Dari Umat Islam yang Lain?

AKURAT.CO, Pelaksanaan sholat Idul Fitri oleh Jamaah Masjid Aolia Gunung Kidul pada hari Jum'at 5 April membuat masyarakat muslim terkejut.

Pasalnya, Jamaah Aolia memiliki pemahaman berbeda dari pemerintah soal penetapan sholat Id. Fenomena Jemaah Aolia lebaran lebih awal dan bukan kali pertama terjadi. Tentu fenomena ini membuat masyarakat penasaran.

Tahun 2023, Jemaah Aolia yang beralamat di Panggang III, Giriharjo, Panggang, Gunungkidul, juga menggelar Salat Id dua hari lebih cepat dari jadwal Salat Id yang ditetapkan pemerintah.

Pada saat itu Jemaah Aolia salat Id pada hari Kamis (20/4/2023).

Jemaah Masjid Aolia, Gunung Kidul mengejutkan mayoritas umat Muslim di Indonesia karena sudah melaksanakan salat Idul Fitri pada Jumat kemarin 5 April 2024.

Baca Juga: Persiku Kudus Bersiap Mengarungi Liga 3 Nasional, Dapatkan Dukungan Penuh dari PJ Bupati Kudus

Pemimpin Jemaah Masjid Aolia, Raden Ibnu Hajar Pranolo alias Mbah Benu menyebut dirinya dan para pengikutnya adalah penganut Tarekat Syattariyah.

Mbah Benu menyebut penganut Tarekat Syattariyah di berbagai daerah juga telah melaksanakan salat Idul Fitri seperti halnya jemaah Masjid Aolia.

Meski tak hafal jumlahnya, ia mengklaim pengikutnya tersebar hingga Kalimantan, Sulawesi, Papua bahkan luar negeri.

Mbah Benu yang telah menginjak usia 82 tahun menjelaskan penentuan 1 Syawal versi mereka didasarkan pada laku spiritual dan keyakinannya di mana malam 30 ramadan jatuh pada Kamis (4/4/2024) lalu.

Mbah Benu pula yang memastikan bahwa idul fitri jamaahnya dilaksanakan pada 5 April.

Di malam idul fitri versi merekapun tidak ada gema takbir dan hanya dilakukan shalat isya berjemaah yang diikuti 30-an orang pada malam jum'atnya atau Kamis (4/4/2024).

"Kemarin selesai salat led juga tidak ada acara halal bi halal, langsung persiapan jumatan," kata dia.

Putra ketiga Pengasuh Jemaah Aolia, Musa Asigbillah mengatakan jemaah Masjid Aolia menganut aliran Ahlussunah Wal Jamaah.

Merekalah yang mengikuti dan berpegang teguh dengan sunah Nabi dan sunah khulafaurrasyidin setelahnya.

Baca Juga: Proliga 2024 Akan Segera Dimulai, Berikut Jadwal Pertandingan Voli Pekan 1 Turnamen Bola Voli Terbesar di Indonesia

Musa mengaku bahwa Jemaah Masjid Aolia terbentuk sudah cukup lama sebelum dirinya lahir.

Dan hingga sekarang, Jamaah Aolia tersebar di berbagai daerah terutama Jawa Tengah dan DIY, bahkan tidak bisa menghitung secara pasti karena jumlahnya sangat banyak.

"Kalau secara pasti saya tidak tahu karena sangat banyak. Di (Kecamatan) Panggang ada sekitar 10 titik," tutur dia.

Dia menyebutkan, jika Mursyid Kiai Raden Ibnu Hajar Sholeh Pranowo atau Mbah Benu keilmuannya secara Laduni yang turun tiba-tiba ke pribadi Raden Ibnu Hajar Sholeh.

Dalam ajaran Islam, ilmu dibedakan menjadi dua jenis, yaitu ilmu kasbi dan ilmu laduni.

Ilmu kasbi dapat diperoleh manusia melalui usaha seperti belajar, melakukan percobaan, dan lain-lain.

Sementara itu, ilmu laduni bersifat rahasia dan diturunkan secara langsung dari Allah ke dalam hati seseorang.

Baca Juga: Fun Volley Ball Red Spark vs Indonesia All Star: Pertandingan Persahabatan Sebelum Proliga 2024 Digelar, Cek Pembelian Tiket

Sementara itu, Mbah Benu menjelaskan alasan mereka menyelenggarakan salat Id lebih awal ketimbang dengan penetapan pemerintah karena hal tersebut adalah keyakinan yang selama ini mereka anut.

Sebab, di Indonesia masih bebas memilih menentukan hari rayanya sendiri.

"Indonesia itu bebas. Mau hari raya silakan, tidak hari raya ya monggo. Mau puasa monggo tidak puasa monggo. Itu tidak masalah yang penting jaga persatuan dan kesatuan. Jangan menyalahkan yang lain, ndak boleh itu," ujarnya.

Terpisah, Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul Sya'ban Nuroni mengatakan, sudah mendengar informasi shalat Ied jemaah Masjid Aolia pada Jumat tersebut.

Sebagai kantor milik semua agama, pihaknya akan memberikan pendekatan kepada jemaah Masjid Aolia tersebut.

Dia mengatakan, pendampingan akan memberikan edukasi kepada jemaah, untuk mengikuti organisasi keagamaan pada umumnya atau pemerintah.

Pihaknya mengaku sudah mendatangi beberapa kelompok Jemaah Masjid Aolia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.