Kecelakaan Truk Muatan Air Mineral di Magelang, Sopir Cedera Parah

AKURAT.CO, Sebuah kecelakaan tunggal menimpa truk box pengangkut air mineral di ruas jalan Magelang-Boyolali Pakis, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, pada Selasa petang, pukul 18.10 WIB.
Truk dengan nomor polisi T-9577-DF yang berangkat dari Kopeng menuju Magelang diduga mengalami kegagalan fungsi rem, memaksa sopirnya, Tomas Mindharta (52), untuk mengambil langkah drastis dengan menabrakkan kendaraannya ke tebing di sisi kanan jalan.
Tomas, yang berasal dari Rambaan Randugading, Tajinan, Kabupaten Malang, mengalami cedera serius setelah terjepit dashboard truknya.
Kejadian ini terjadi saat kondisi lalu lintas yang relatif sepi, sehingga tidak menimbulkan korban lain.Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, menjelaskan kronologi kecelakaan tersebut.
“Kendaraan mengalami kehilangan fungsi rem saat melaju di turunan panjang. Sopir telah mencoba menggunakan rem tangan dan persneling mundur, namun upaya tersebut tak berhasil menghentikan laju truk yang penuh muatan,” ujar Budiono.Basarnas Semarang dengan cepat merespons situasi ini dengan mengirimkan satu tim dari Unit Siaga SAR (USS) Borobudur dan tim SAR gabungan.
Mereka menggunakan peralatan ekstrikasi khusus untuk menyelamatkan korban yang terjepit.
Tim SAR gabungan tiba di lokasi pukul 19.15 WIB dan berhasil mengevakuasi korban dalam waktu kurang dari satu jam, meskipun dalam kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Korban kemudian dilarikan ke RSU Syubbanul Wathon Magelang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, mengalami luka serius di berbagai bagian tubuh.
Budiono menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tim SAR gabungan atas kerja cepat dan koordinasi yang baik.
“Kerjasama tim SAR gabungan sangat krusial dalam evakuasi korban sehingga bisa dilakukan dengan cepat dan korban dapat selamat,” tutupnya.
Pengendara diimbau untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum berangkat, terutama saat melintasi rute yang memiliki banyak turunan dan tanjakan, untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







