Pra Rakerda BKKBN Jateng, Hasto Ingatkan Efektivitas Program dan Penyerapan Anggaran untuk Kesejahteraan Keluarga

AKURAT.CO, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jateng menggelar Pra Rapat Kerja Daerah 2024.
Acara ini menjadi forum penting dalam merumuskan perencanaan program dan anggaran untuk program Bangga Kencana yang melibatkan seluruh Kabupaten Kota di wilayah tersebut.
Kepala BKKBN, dr Hasto Wardoyo, turut hadir dalam kegiatan ini untuk memberikan arahan dan pengawasan.
Salah satu aspek yang menjadi fokus utama dalam Rakerda adalah penyerapan anggaran yang telah dialokasikan.
dr Hasto menyampaikan bahwa dari anggaran yang telah disediakan, termasuk anggaran operasional untuk pemasangan Keluarga Berencana (KB), baru 5 kabupaten yang melaporkan penyerapan dana tersebut.
"Hal ini menjadi perhatian serius karena penyerapan anggaran yang rendah dapat menghambat efektivitas program-program yang telah direncanakan," terangnya.
BKKBN telah mengalokasikan lebih dari Rp 300 miliar untuk berbagai kegiatan, termasuk pemasangan KB, rapat di tingkat kecamatan hingga balai penyuluh, serta pendampingan keluarga di seluruh Kabupaten Kota.
Namun, masih terdapat kendala dalam penyerapan anggaran ini, yang perlu segera diatasi melalui koordinasi yang lebih baik antara berbagai pihak terkait.
Selain anggaran dari BKKBN, juga disebutkan bahwa Kementerian Kesehatan telah mengalokasikan dana sebesar lebih dari Rp 90 miliar untuk pencegahan stunting, di antaranya untuk pembelian makanan.
Hasto menekankan pentingnya penyerapan dana ini sejak awal tahun, terutama untuk keperluan makanan ibu hamil dan anak.
Koordinasi yang baik antarinstansi menjadi kunci dalam memastikan anggaran tersebut terserap dengan baik dan digunakan secara efektif untuk kepentingan masyarakat.
Selama Pra Rakerda, Hasto juga mengajak untuk mengedukasi konsep parenting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Hal ini penting mengingat adanya peningkatan angka gangguan mental remaja dalam beberapa tahun terakhir.
Hasto memperingatkan bahwa selain stunting, masalah kesehatan mental juga harus diperhatikan dengan serius.
Lonjakan angka gangguan mental remaja menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap kesehatan jiwa generasi muda.
Tren semakin banyaknya anak yang mengisolasi diri di kamar dan menghabiskan waktu sendirian dengan perangkat teknologi juga menjadi perhatian khusus.
Hal ini dapat berdampak negatif terhadap perkembangan emosional dan sosial anak-anak, meningkatkan risiko terjadinya egoisme dan individualisme yang berlebihan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta koordinasi yang lebih baik antarinstansi dan kesadaran yang lebih tinggi akan pentingnya penyerapan anggaran serta upaya-upaya pencegahan stunting dan masalah kesehatan mental.
Dengan sinergi yang kuat dan komitmen yang tinggi dari berbagai pihak, diharapkan program-program yang dirancang dapat memberikan dampak yang nyata bagi kesejahteraan keluarga di Provinsi Jawa Tengah.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal






