Bank Jateng Didemo Sekumpulan Massa, Tindaklanjut Laporan IPW ke KPK

Akurat.co - Sekumpulan massa berjalan menuju gedung pusat Bank Jateng di Jalan Pemuda Semarang tepat di sebelah utara balaikota Semarang.
Mereka meneriakkan "Selamatkan Bank Jateng Dari Koruptor" sambil membawa sepanduk dan poster dengan tulisan yang sama.
Kedatangan masaa aksi tersebut disambut oleh manajemen Bank Jateng. Massa aksi berorasi di hadapan para staf Bank Jateng tersebut.
AgunSetiadi, selaku koordinator aksi mengatakan pihaknya memberikan dukungan kepada staf, manajemen, dan direksi untuk tidak melakukan hal-hal kotor yang merugikan Bank Jateng.
"Jadi yang disampaikan Bank Jateng terima kasih kawan-kawan hadir di sini, artinya kami memberikan support kepada direksi, supaya lebih bersih-bersih lagi terhadap kepentingan-kepentingan individu dan mereka berjanji kami akan menindaklanjuti dengan regulasi yang ada," ujar Agung.
Agung mengatakan manajemen Bank Jateng yang sekarang telah menyampaikan perkembangan laporan CSR yang telah digunakan.
"Artinya, mereka juga menyebutkan progress report yang selama ini dilakukan, terutama CSR di masyarakat," ujar Agung.
Agung bersama puluhan rekan-rekannya tersebut menamakan diri sebagai Masyarakat Jawa Tengah Peduli Bank Jateng.
Aksi tersebut adalah respon atau tindak lanjut dari laporan Indonesia Police Watch (IPW) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang dugaan penerimaan gratifikasi.
Laporan tersebut melibatkan Direktur Utama Bank Jateng periode 2014-2023 bernama Supriyatno dan Gubernur Jateng periode 2013-2023 Ganjar Pranowo.
"Kalau ini kan sebenarnya aksi ini berangkat dari kegelisahan kawan-kawan di berbagai wilayah, Kudus Pati, Jepara, Demak, dan ada Kendal juga bahwa kan sudah ada informasi terkait pejabat-pejabat yang bermain di Bank Jateng ini," kata Agung.
Pada pemberitaan lain Ganjar buka suara atas dirinya dilaporkan ke KPK. Ganjar menegaskan tidak pernah menerima gratifikasi seperti yang dituduhkan.
"Saya tidak pernah menerima pemberian atau gratifikasi dari yang dia tuduhkan," kata Ganjar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal





