Tanggul Jebol di Karanganyar Demak, Jalan Pantura , Kudus-Demak

AKURAT.CO, Tanggul di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah mengalami kejebolan pada Kamis (8/2/2024) pagi, menyebabkan genangan air setinggi 30 sentimeter yang merendam ruas jalan pantura Kudus-Semarang.
Kejadian ini mengakibatkan kemacetan lalu lintas yang signifikan, mempengaruhi ribuan pengendara yang melintas di kawasan tersebut.
Menurut pengamatan di lapangan, kemacetan sudah terjadi sejak di kawasan Terminal Induk Jati, Kudus, mempengaruhi arus lalu lintas dari kedua arah.
Kendaraan roda empat hanya bisa melaju pelan, sementara kendaraan roda dua terpaksa harus berbagi jalur.
Baca Juga: Banjir Demak Ancam Kelancaran Pemilu 2024: 106 TPS Terdampak
Genangan air mulai terlihat setelah Gerbang Kudus Kota Kretek, dengan air menggenangi hingga area depan Pasar Karanganyar.
Iksan, seorang warga Demak, melaporkan bahwa jebolnya tanggul terjadi sekitar pukul 05.30 WIB di Desa Tugu Ngemplik, serta Dukuh Norowito, Desa Ketanjung, menyebabkan air meluber ke ruas jalan pantura.
Salah seorang sopir truk, Topan, mengungkapkan kejebakan macet selama 15 menit akibat banjir.
Baca Juga: Kronologi Banjir Demak 2024: Dari Hujan Deras ke Evakuasi Massal
Ahmad Munaji, Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, menyatakan bahwa genangan air ini merupakan imbas dari jebolnya tanggul di Karanganyar Demak, yang mengakibatkan air menggenangi jalan pantura dari Tanggulangin hingga depan Pasar Karanganyar.
Kejadian ini telah menyebabkan kemacetan sejak pukul 09.00 WIB, dengan panjang antrean kendaraan mencapai satu kilometer.
Situasi ini mempengaruhi arus lalu lintas yang menjadi sangat lambat, memaksa kendaraan untuk bergerak perlahan dan bergantian.
BPBD setempat dan instansi terkait telah berupaya melakukan penanganan cepat terhadap kejadian ini.
Masyarakat diimbau untuk menghindari area terdampak dan mencari rute alternatif untuk menghindari keterlambatan. Kejadian ini mengingatkan pentingnya pemeliharaan infrastruktur dan tanggul sebagai langkah preventif terhadap bencana serupa di masa depan.
Untuk informasi lebih lanjut dan arahan mengenai kondisi lalu lintas, masyarakat diharapkan untuk mengikuti update dari pihak berwenang dan menggunakan aplikasi navigasi untuk menemukan rute terbaik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







