Mengurai Hubungan Green Inflation dengan Protes Rompi Kuning di Prancis

AKURAT.CO, Istilah green inflation dikatikan dengan gerakan rompi kuning di Prancis empat enam tahun silam.
Dalam debat keempat Pilpres 2024, isu Green Inflation menjadi pusat perhatian. Gibran, calon presiden nomor urut 2, mengajukan pertanyaan kritis kepada Mahfud MD, calon nomor 3, mengenai bagaimana mereka akan menangani fenomena ini.
"Namanya green inflation, kita kasih contoh yang simpel aja. Demo rompi kuning di Prancis, bahaya sekali, sudah memakan korban. Harus kita antisipasi. kita belajar dari negara maju," ungkapnya.
Pada akhir tahun 2018, Prancis menjadi saksi atas gelombang protes besar yang dikenal sebagai gerakan "Rompi Kuning".
Demonstrasi ini diawali oleh kenaikan harga bahan bakar yang disahkan oleh pemerintah di era kepemimpinan Presiden Emmanuel Macron.
Baca Juga: Kecelakaan Fatal di Pemalang: Bus Jepara-Jakarta Jatuh, Dua Korban Meninggal
Kebijakan ini, bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan mencegah kerusakan lingkungan, memicu inflasi dan meningkatkan biaya hidup, terutama bagi masyarakat kelas menengah ke bawah dan penduduk pedesaan.
Sebanyak 58.600 orang turun ke jalan, mengenakan rompi kuning, simbol keadaan darurat, sebagai bentuk protes.
Tindakan ini memblokir akses transportasi dan melumpuhkan sektor ekonomi. Hingga Januari 2019, sekitar 11 orang meninggal dunia dan ribuan lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa ini sering dikaitkan dengan "green inflation" atau inflasi hijau, sebuah fenomena di mana kenaikan harga bahan mentah dan energi terjadi sebagai akibat dari transisi kebijakan ramah lingkungan.
Protes Rompi Kuning di Prancis menjadi simbol dari dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan oleh kebijakan peralihan energi yang tidak hati-hati.
Dalam video di kanal Youtube KPU RI saat acara Debat Cawapres pada Minggu (21/01/2024) terlihat Gibran Rakabuming Raka mengenakan kemeja warna biru muda dengan didampingi Capres 02 Prabowo Subianto.
Cawapres nomor urut 02 itu juga terlihat menggunakan pin berlogo One Piece saat menghadiri acara debat Cawapres.
Istilah Green Inflation dan pergerakan Rompi Kuning mencuat dalam debat tersebut yang dilontarkan Gibran.
Green Inflation menjadi topik panas yang didebatkan pada ajang debat keempat pilpres 2024.
Berawal dari Gibran, paslon nomor urut 2, bertanya kepada Mahfud MD (paslon nomor 3).
Namun Mahfud MD malah menganggap pertanyaan yang dilontarkan Gibran tersebut adalah pertanyaan receh di kalangan akademisi.
Green Inflation menjadi topik panas yang didebatkan pada ajang debat keempat pilpres 2024. Berawal dari Gibran, paslon nomor urut 2, bertanya kepada Mahfud MD (paslon nomor 3).
Baca Juga: Terbaru! Kode Redeem Lords Game Mobile Hari Ini 22 Januari 2024, Klaim Sekarang
Pada dasarnya, Greenflation sendiri merupakan istilah yang menggambarkan naiknya harga barang-barang ramah lingkungan akibat tingginya permintaan terhadap bahan bakunya, namun pasokannya tak mencukupi.
Sehingga terjadi inflasi imbas dari transisi energi itu.
Mengadaptasi metode produksi dengan teknologi rendah karbon, yang mengeluarkan lebih sedikit gas rumah kaca, di satu sisi memerlukan investasi besar dan mahal yang akan meningkatkan biaya marjinal setiap unit yang diproduksi dalam jangka pende.
Dan di sisi lain, penggunaan energi dari bahan yang lebih langka dan karena itu lebih mahal. Hal ini akan menciptakan tekanan ke atas pada harga.
Direktur Executive European Central Bank Isabel Schnabel dalam pernyataan yang dipublikasikan di website bank sentral Eropa berjudul A new age of energy inflation: climateflation, fossilflation and greenflation.
Menurut Isabel, sejauh ini, dampak inflasi hijau terhadap harga konsumen akhir jauh lebih kecil dibandingkan fossilflation.
"Oleh karena itu, sangatlah menyesatkan untuk mengklaim bahwa penghijauan perekonomian kita adalah penyebab tingginya kenaikan harga-harga energi."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?



