Tak Bisa Sembarangan! Wali Kota Semarang Tegaskan Gelaran Pesta Kembang Api Harus Dilengkapi Izin Keramaian

Akurat.co - Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama jajaran Forkopimda akan melakukan pemantauan titik keramaian di Malam Pergantian Tahun.
Mbak Ita, sapaan akrabnya menyampaikan, pihaknya bersama Forkompinda berencana memantau sejumlah lokasi yang menjadi pusat keramaian Tahun Baru 2024.
Berangkat dari Balai Kota Semarang, rombongan akan mengunjungi Pospam di Tugu muda, Kota Lama, Taman Indonesia Kaya (TIK), dan berakhir di Simpanglima Semarang.
Baca Juga: Polda Jateng Himbau Masyarakat Sambut Tahun Baru dengan Keselamatan Tanpa Konvoi Kendaraan
Di Simpanglima Semarang, Wali Kota perempuan pertama di Semarang ini akan melakukan zoom meeting dan menerima laporan kondisi di wilayah masing-masing kecamatan.
Menurut Mbak Ita, Pemkot Semarang tidak menggelar agenda perayaan menyambut malam tahun baru, agar pemerintah tidak terpaku pada satu acara.
Masyarakat bisa merayakan ke berbagai tempat yang menggelar perayaan pergantian tahun.
"Pemkot tidak bikin event, kalau ada nanti pasti kita akan terpaku di situ. Saya ingin muter-muter menyambangi masyarakat, pantauan bersama forkompinda," jelasnya.
Menanggapi adanya pihak yang akan menggelar pesta kembang api, pihaknya mempersilakan jika telah mengajukan izin keramaian.
"Saya berharap, pihak-pihak yang akan menggelar pesta kembang api untuk merayakan tahun baru, sebaiknya mengajukan izin keramaian. Hal ini demi keamanan dan kenyamanan seluruh warga Kota Semarang," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kota Semarang, R Wing Wiyarso mengatakan, Pemkot Semarang tidak menggelar agenda perayaan menyambut malam tahun baru karena tengah dalam masa tahun politik.
"Kami tidak ada kegiatan prosesi besar. Kami mendorong stakeholder atau pihak swasta berpartisipasi untuk meramaikan malam tahun baru," jelas Wing, Minggu (31/12/2023).
Ia menyebut, sudah ada pengajuan dari hotel, tempat hiburan, tempat rekreasi yang sudah mengajukan izin ke Disbudpar untuk menggelar perayaan pergantian tahun.
Banyaknya partisipasi dari para stakeholder akan memecah keramaian.
"Jadi, tidak terpusat di tengah kota saja, sudah ada belasan hotel yang mengajukan izin, tempat hiburan, dan lainnya," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?




