Polda Jawa Tengah Kerahkan 1.300 Personel untuk Amankan Babak 16 Besar Piala Dunia U-17 di Stadion Manahan

AKURAT.CO, Polda Jawa Tengah menyiapkan sebanyak 1.300 personel keamanan untuk mengamankan pertandingan babak 16 besar Piala Dunia U-17 yang akan berlangsung di Stadion Manahan, Surakarta.
Pengamanan yang ketat ini dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama pertandingan, yang menampilkan tim-tim nasional sepak bola muda dari Jepang, Ekuador, Spanyol, dan Brasil.
Direktur Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Pol. Dwi Subagio, memimpin apel siaga di Markas Polresta Surakarta pada Senin. Kesiapan personel menjadi prioritas utama mengingat pertandingan ini merupakan bagian dari acara skala internasional.
"Kami berusaha memastikan bahwa pertandingan Piala Dunia U-17 berjalan aman dan lancar," ungkap Kombes Pol. Dwi Subagio.
Pada Senin ini, Timnas Brasil akan berhadapan dengan Timnas Ekuador pada pukul 15.30 WIB, diikuti oleh laga antara Timnas Spanyol dan Timnas Jepang pada pukul 19.00 WIB.
Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Satake Bayu Setianto menekankan bahwa persiapan keamanan telah dilakukan jauh hari sebelumnya.
Para personel pengamanan akan berfokus pada berbagai tugas, mulai dari pengamanan pemeriksaan dan validasi tiket, penjagaan perimeter stadion, hingga pengamanan area publik dan khusus.
Baca Juga: Update Cuaca Semarang 20 November: BMKG Prediksi Cerah Berawan hingga Hujan Ringan
"Kami telah menetapkan posisi bagi setiap personel untuk memastikan segala aspek keamanan terkendali," kata Satake Bayu Setianto.
Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia U-17 di Kota Surakarta diharapkan akan menarik lebih banyak penonton dibandingkan babak penyisihan. Satake Bayu Setianto mengajak masyarakat untuk mendukung dan mendoakan kelancaran acara ini.
"Kami berharap dukungan dan doa dari masyarakat agar pelaksanaan pertandingan ini dapat berjalan lancar, tidak hanya dari sisi pertandingan tapi juga keamanan. Kegiatan ini sangat penting karena membawa nama baik bangsa Indonesia di mata internasional," tutup Satake.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal





