Partai Buruh Kritik Prabowo Yang Berpendapat Upah Minimum Tidak Harus Naik Setiap Tahun

AKURAT.CO SEMARANG - Capres Prabowo Subianto meminta buruh untuk tak selalu menuntut pengusaha menaikkan UMP mereka. Terutama, bila perusahaan tempat mereka bekerja sedang 'buntung'.
"Jangan kau tuntut pengusaha (naikkan UMP), kalau tidak untung. Jangan mencoba mencekik pengusaha, kalau pengusaha ditekan dia bisa pindah ke negara lain," kata Prabowo dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Menara Bank Mega pada Rabu lalu (8/11/2023).
Baca Juga: Sadar Peran Generasi Muda di Masa Depan, Mbak Ita Buka Ruang Diskusi dengan Kawula Muda
Atas pendapat Prabowo tersebut, Partai Buruh Jawa Tengah Menanggapi pernyataan Prabowo yang dianggapnya keliru.
Aulia Hakim selaku Ketua Partai Buruh Jawa Tengah sekaligus Sekretaris KSPI Jawa Tengah mengatakan hal ini memperlihatkan jika Prabowo tidak memahami dunia perburuhan, bahkan terkesan tidak berpihak pada kepentingan buruh.
Baca Juga: Egy Maulana Vikri Optimis Menatap Laga Melawan Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026
"Boleh jadi, pernyataan ini dibisiki oleh orang-orang sekitar Capres Prabowo yang patut diduga ingin cari muka kepada pengusaha agar mereka mendapat dukungan dari pengusaha," ujar Hakim pada Senin (13/11/2023).
Bahkan menurut Hakim tidak menutup kemungkinan, keinginan untuk mendapat dukungan finansial.
"Para pembisik ini sangat berbahaya untuk Capres Prabowo untuk mendapat dukungan dari kalangan buruh," tutur Hakim.
Baca Juga: Bergabungnya Lima Pilar Tim Garuda di Basra Tingkatkan Kekuatan Skuad Timnas Indonesia
“Sebagai masukan dari kami untuk Capres Prabowo dan para Capres , isu upah dan jaminan sosial serta penciptaan lapangan kerja dan hapus outsourcing adalah isu arus utama di kalangan buruh, Oleh karena itu, bila salah bicara dan keliru terhadap isu arus utama buruh, maka akibatnya fatal terhadap dukungan buruh kepada para Capres tersebut. Termasuk di dalamnya isu penolakan omnibus law oleh seluruh kalangan buruh," bebernya.
Hakim mencontohkan di seluruh dunia, baik di Amerika, Jerman, Inggris, Negara Nordik, Negara Eropa lainnya, Brasil, Peru, negara Amerika lainnya, Jepang, India, Singapura, Malaysia, Thailand, Bangladesh, Mesir, Nigeria, Afrika Selatan, negara Afrika lainnya, Rusia, Turki, Australia, Selandia Baru, dan belahan dunia lainnya; seluruh serikat pekerja di negara masing-masing pasti berjuang menuntut kenaikan upah minimum dan upah berkala (upah di atas satu tahun).
Baca Juga: JIS: Pusat Perhatian dalam Piala Dunia U-17 dengan Fasilitas Standar FIFA
"Kita bisa mencotohkan baru-baru ini serikat buruh Brasil berhasil menyakinkan Presiden Lula untuk menaikkan upah minimum 13 persen padahal inflansi hanya 4 persen dan pertumbuhan ekonominya hanya 3,2 persen," kata Halim.
Di Amerika, Hakim melanjutkan, serikat pekerja automotif UAW berhasil menyakinkan Presiden Joe Biden untuk menaikkan upah buruh otomotif 30 persen. Di Inggris, Jerman, Italia, dan negara Eropa lainnya, buruh melakukan demonstrasi besar-besaran menuntut kenaikan upah minimum dan berhasil naik di atas 20 persen.
Baca Juga: USM Jajaki Kerja Sama dengan University Sains Malaysia
“Di Amerika Serikat, ketika terjadi pemilihan presiden maka isu upah minimum adalah salah satu isu yang paling panas bagi para calon Presiden Amerika," ujarnya.
Sebagai contoh, ketika Obama melawan Mitt Romney, di dalam kampanyenya mereka saling menyampaikan nilai kenaikan upah minimum setiap tahun dengan angka yang berbeda.
Begitu pula dalam Pilpres antara Obama melawan McCain juga mengatakan kenaikan upah minimum untuk buruh Amerika setiap tahunnya harus naik.
“Jadi tidak benar dan keliru pendapat Capres Prabowo bahwa tuntutan buruh untuk menaikkan upah minimum setiap tahun tidak dibutuhkan. Ini adalah pendapat keliru,” tandasnya.
Sekali lagi, setiap tahun, buruh dan serikat buruh turun ke jalan demonstrasi untuk kenaikan upah minimum dan upah berkala. Di Jepang dikenalan dengan istilan shunto, yaitu perjuangan buruh Jepang untuk kenaikan upah minimum setiap tahun.
Amerika, Australia, dan Amerika dikenal dengan perjuangan upah musim semi. Dan di Indonesia dikenal dengan perjuangan upah minimum di antara bulan Oktober sampai dengan Desember setiap tahunnya.
“Upah minimum adalah jaring pengaman agar buruh tidak terjerumus dalam jurang kemiskinan ketika memasuki dunia kerja, karena naluri mayoritas pengusaha hitam ingin memberikan upah murah dan tenaga kerja outsourcing," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








