Pemkab Banyumas Tutup Sementara Jembatan Kaca The Geong

AKURAT.CO, Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengambil langkah tegas dengan menutup sementara seluruh obyek wisata yang memiliki wahana jembatan kaca setelah tragedi pecahnya jembatan kaca di The Geong yang merenggut nyawa seorang pengunjung dan melukai tiga lainnya.
Insiden tragis ini terjadi pada Rabu, 25 Oktober, sekitar pukul 10.00 WIB, saat 11 wisatawan asal Cilacap sedang menikmati sensasi berjalan di atas jembatan kaca setinggi 10 meter tersebut.
Penjabat Bupati Banyumas, Hanung Cahyo Saputro, mengungkapkan bahwa keputusan penutupan ini diambil untuk memastikan keamanan dan keselamatan pengunjung.
Baca Juga: Dapat Laporan 32 Anak Menderita Stunting di Gungungpati, Ini Respon Mbak Ita
"Kami tutup sampai dikeluarkannya sertifikat layak fungsi. Jadi, sebelum sertifikat layak fungsi ini keluar, semuanya belum boleh digunakan," ujar Hanung, Kamis, (26/10/2023).
Keputusan ini diambil segera setelah insiden tersebut terjadi, dan selanjutnya, Pemkab Banyumas akan melakukan asesmen ulang terhadap seluruh obyek wisata yang memiliki wahana serupa.
Hanung menjelaskan bahwa Pemkab Banyumas akan mengumpulkan seluruh pengelola wahana wisata pada Selasa, 31 Oktober, untuk melakukan asesmen tersebut, yang akan difasilitasi oleh Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Pekerjaan Umum, dan organisasi perangkat daerah setempat.
Baca Juga: Dokter Hayyi Tekankan Pentingnya Pendidikan Politik Agar PPP Raih 8 Kursi DPRD Kota Semarang
"Sebelumnya, (pengelola obyek wisata) telah ditelepon oleh teman-teman dinas agar semua tutup dulu sementara. Semua wahana yang memiliki potensi seperti ini ditutup sementara," tegas Hanung.
Hanung juga telah menyempatkan diri mengunjungi salah satu korban insiden jembatan kaca The Geong yang sedang menjalani perawatan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto. Menurutnya, kondisi korban stabil dan sadar, meski masih menunggu hasil pemeriksaan computed tomography (CT) scan untuk penanganan lebih lanjut.
"Pemerintah Kabupaten Banyumas turut berduka cita atas meninggalnya seorang wisatawan dalam insiden tersebut dan mengimbau kepada seluruh pengelola obyek wisata untuk selalu memastikan keselamatan dan keamanan pengunjung," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal





