PSIS Semarang Tunjukkan Kepedulian, Berikan Bantuan Langsung ke Mantan Pemain Budiono Sutikno

AKURAT.CO, Dalam suasana penuh kekeluargaan dan kepedulian, tim manajemen PSIS Semarang melakukan kunjungan khusus ke rumah Budiono Sutikno, mantan pemain andalan mereka di era 90-an. Kunjungan ini dilakukan di Rumah Susun Kudu, Genuk, Semarang pada hari Minggu (22/10).
Budiono Sutikno bukanlah nama asing dalam dunia sepak bola Indonesia, terutama bagi para penggemar PSIS Semarang.
Pria yang pernah berjaya bersama PSIS di Divisi Utama Liga Indonesia musim 1994-1995 atau yang dikenal dengan Liga Indonesia I (Ligina I) ini, kini sedang berjuang melawan penyakit diabetes, cedera hidung yang diperoleh saat bermain bola, dan mata yang mulai kabur akibat katarak.
Baca Juga: Bos PSIS Bicara Soal Bursa Transfer
Keadaan ini semakin diperberat dengan kondisi sang istri yang mengalami stroke dalam setahun terakhir dan anak kedua mereka yang mengalami buta huruf akibat kelainan tertentu.
Namun, di tengah-tengah kesulitan, semangat juang dan kebersamaan tetap terpancar dari keluarga kecil ini.
Pihak PSIS Semarang tidak tinggal diam dan langsung mengambil tindakan konkret untuk membantu Budiono dan keluarganya. Bantuan yang diberikan sangat variatif, mulai dari kebutuhan sehari-hari seperti kipas angin, kasur, kompor gas, sembako, makanan siap saji, hingga merchandise resmi dari PSIS seperti hoodie dan jersey.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Semarang yang Berlaku 22 Oktober 2023 Pukul 19.00 WIB sampai 07.00 WIB Esok Hari
Tidak lupa, pampers juga diberikan untuk membantu perawatan istri Budiono.
"Kami di sini bukan hanya sebagai perwakilan dari PSIS Semarang, tapi juga sebagai sahabat dan keluarga. Apa yang kami berikan hari ini adalah bentuk kepedulian dan rasa solidaritas kami kepada Budiono yang telah banyak berkontribusi untuk PSIS di masa lalu," ucap Yoyok Sukawi, CEO PSIS Semarang.
Budiono, dengan mata berbinar, menyampaikan rasa terima kasihnya yang tak terhingga kepada seluruh keluarga besar PSIS.
Baca Juga: Jadwal Film Bioskop TransTV yang Tayang Pada Tanggal 23 Oktober hingga 26 Oktober 2023
"Terima kasih banyak Pak Yoyok dan tim PSIS. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Dan saya berharap Pak Yoyok bisa kembali lagi ke sini nanti," tutur Budiono dengan suara bergetar, melalui video call dengan Yoyok Sukawi.
Kisah ini bukan hanya menunjukkan kepedulian PSIS Semarang terhadap mantan pemainnya, tapi juga menjadi cerminan nyata bahwa nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas tetap hidup dalam dunia sepak bola.
PSIS Semarang telah menunjukkan bahwa mereka tidak hanya besar di lapangan, tapi juga besar hati di luar lapangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







