AKURAT.CO, Walikota Semarang, Hevearita G Rahayu memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan eselon II, pejabat administrator dan pejabat fungsional di lantai 8 Gedung Moh Ihsan pada Kamis (19/10/2023).
Pada pelantikan tersebut, Walikota yang akrab disapa Mbak Ita tersebut langsung memerintahkan para pejabat yang baru dilantik untuk langsung membuat program kerja di dinas masing-masing.
"Tentu kita harapkan segera, hari ini begitu dilantik langsung membuat program dan lamgsung dieksekusi. Karena 6 bulan kedepan akan dievaluasi berdasarkan Peraturan Kemenpan RB," ujar Mbak Ita.
Baca Juga: Ciptakan Gim Berantas Korupsi, Mahasiswa UNNES Raih Penghargaan dari KPK
Selain itu, Mbak Ita mengatakan ada kemungkinan tahun depan akan banyak pejabat yang diganti karena pensiun.
"Yang belum naik jabatan saat ini mohon bersabar," katanya sambil bercanda.
"Insya Allah tahun depan akan ada pergantian pejabat dan kenaikan jabatan karena banyak pejabat yang akan pensiun," tandasnya.
Baca Juga: Pasangan Ganjar-Mahfud MD Daftar ke KPU, Mbak Ita Siap Menangkan Calon PDIP di Pilpres 2024
Mbak Ita menegaskan, dirinya tidak mengintervensi penilaian untuk kenaikan jabatan ini. Dirinya mengaku objektif dan menyerahkan kepada tim yang menyeleksi.
"Saya menilai secara objektif, tidak ada intervensi. Karena saya menggandeng psikolog dari Fakultas Psikologi UNDIP," ujarnya.
"Jujur saya sendiri tidak terlibat dalam penilaian, tiba-tiba saya dilapori nama-nama ini dari Sekda dan BKPP," tandasnya.
Baca Juga: PSIS Semarang Bersiap Hadapi Persikabo 1973 Pasca Jeda FIFA Matchday di BRI Liga 1 2023/24
Selain itu, Mbak Ita mengatakan pada tanggal 23 Oktober mendatang akan ada penghargaan Pemda yang berhasil mengentaskan kemiskinan ektreme. Tapi Mbak Ita belum tentu Kota Semarang mendapatkan penghargaan itu.
"Karena kebanyakan orang kita kurang bisa menjadi leader di masing-masing OPD karena jalan sendiri-sendiri karena kurang kolaborasi," jelasnya.
"Kemaren KPK juga menyoroti Kota Semarang soal penyerapan anggaran. Jadi masih banyak PR buat kita," tandasnya.
Inilah beberapa kepala dinas dan pejabat setingkat yang menjalani pelantikan, antara lain;
1. Bambang Pramushinto : Kepala Dinas Ketahanan Pangan menjadi Kepala Dinas Pendidikan (DISDIK)
2. Yudi Wibowo : Staf Ahli WalikotaBidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan menjadi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DISPERKIM)
3. Suwarto : Staf Ahli Walikota Bidang Kemasyarakatan dan SDM menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU)
4. Joko Hartono : Sekretaris Badan Kesbangpol menjadi Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP)
5. Diah Supartiningtias : Kabag Hukum, Sekretariat Daerah menjadi Kepala DPMPTSP
6. Eko Krisnarto : Wakil Direktur Utama Bidang Keuangan Rumah Sakit KRMT Wongsonegoro (RSWN) menjadi Direktur Utama
7. Adhi Putra Wicaksono : Analis Kebijakan muda pada bagian Organisasi Sekretariat Daerah menjadi Kabid Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Dispendukcapil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal






