Petani Desa Prampelan Melakukan Tanam Padi Saat Kemarau

AKURAT.CO, Musim kemarau tahun ini membuat banyak petani di Demak mengalami kesulitan untuk bercocok tanam, meskipun di beberapa wilayah justru sangat diuntungkan dengan kekeringan akibat el nino tersebut.
Hal yang sama juga dialami oleh para petani di wilayah Sayung atau tepatnya di Desa Prampelan yang bernaung di bawah kelompok tani Budi Luhur. Karena saat musim kemarau ini mereka malah bisa bebas menaman padi.
Bahkan sudah dua kali musim kemarau mereka tetap bisa menanam padi tanpa takut kekeringan seperti wilayah lainnya.
Baca Juga: Kemarau Kering Diprediksi Berakhir di Akhir Oktober Ini
Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Demak, Drs Agus Herawan, hal tersebut diakibatkan topografi lahan sawah Desa Prampelan yang berada di bawah lahan di sekitarnya, sehingga air tidak bisa dibuang atau terkurung di satu lokasi saja.
Namun lain halnya jika musim hujan tiba, tingginya air yang menggenang membuat mereka tidak bisa melakukan cocok tanam.
Rokhidi, salah satu pengurus Kelompok Tani Budi Luhur mengatakan, saat ini petani anggota kelompok taninya bisa menanam padi dengan luas tanam padi per hari ini seluas 7 Hektar, dan akan bertambah lagi di minggu-minggu berikutnya.
Baca Juga: Wahyu Prasetyo Kembali Dipanggil Timnas Senior
“Alhamdulillah meskipun musim kemarau ternyata membawa keberuntungan buat anggota kami, yang mana kita bisa tanam padi setelah kurang lebih dua tahun sawah kami tergenang air sehingga tidak bisa ditanami sama sekali,” ujar Rokhidi.
Dirinya berharap bahwa harapannya kondisi cuaca di musim kemarau tahun ini dapat stabil, sampai tiba saatnya tanaman padi panen serta menghasilkan produksi yang sesuai dengan harapan petani.
Dalam kesempatan itu PPL BPP Sayung selaku pendamping kelompok para anggota poktan Budi Luhur untuk dapat memanfaatkan kondisi alam sesuai spesifikasi wilayah.Dimana pada musim kemarau air malah bisa dikondisikan untuk kebutuhan budidaya padi.
Poktan juga menghimbau petani untuk memanfaatkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang memberikan manfaat besar bagi petani karena bertujuan melindungi petani agar tidak mengalami kerugian besar akibat gagal panen karena serangan OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) maupun dampak perubahan iklim pada musim kemarau ini. (ADV/Pemkab Demak)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal









