Peduli Penanganan Stunting di Wilayah Kutowinangun Lor, Sinoeng Beri Apresiasi Bumi Kayom

AKURAT.CO,SALATIGA, Restoran Bumi Kayom yang berada di wilayah Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir Kota Salatiga menginisiasi dan peduli dengan program Pemerintah Kota Salatiga dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting yang ada di wilayah. Mereka mengundang 32 balita stunting beserta ibu dari Kelurahan Kutowinangun Lor tersebut untuk mengikuti Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Stunting yang ada di wilayahnya.
Hal inipun diapresiasi oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi saat datang di Kawasan Arun Daya Bumi Kayom, Rabu (13/09/2023). Menurutnya, Bumi Kayom telah memberikan inspirasi kepada kita semua akan kepeduliannya terhadap penanganan stunting yang ada di wilayah Kutowinangun Lor.
“Alhamdulillah hari ini, saya bersama dengan Ketua DPRD Kota Salatiga bersama dengan Ketua Tim Penggerak PKK dan Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Salatiga menjadi saksi tentang kepedulian salah satu korporasi restoran yang ada di Salatiga yakni Bumi Kayom, yang peduli terhadap persoalan stunting yang ada di sekitarnya yaitu di kelurahan Kutowinangun Lor,”kata Sinoeng.
Baca Juga: Ivar Jenner Senang Bisa Cetak Gol Penting Saat Kalahkan Turkmenistan
Kepedulian ini semoga bisa menginspirasi dan memberikan pengetahuan bagi yang lainnya bahwa penanganan stunting harus dikerjakan bersama-sama.
“Harapan ini tentu tidak berlebihan karena hal ini akan menjadi inisiatif dan stimulasi bagi yang lain. Kebersamaan, keceriaan itu selain dari pemberian makanan tambahan juga membuat keriangan bagi anak dan perubahan pola pikir dalam pengasuhan terhadap balita dan batuta yang ada di Kelurahan Kutowinangun Lor juga penting. Sehingga berpengaruh terhadap upaya penanganan stunting,”ujarnya.
Sinoeng juga memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bumi Kayom yang telah peduli dan memberikan inisiasi dalam upaya penanganan stunting di wilayah Kutowinangun Lor.
Baca Juga: Erick Thohir Dinilai Berhasil Mengubah Mentalitas Pemain Timnas
“Terima kasih Bumi Kayom, management, jajaran dan ownernya mudah mudahan memberikan inspirasi bagi yang lainnya dalam upaya penanganan stunting. Harapannya momentum ini akan berkelanjutan dan nanti akan ada gathering lainnya yang sifatnya keceriaan dan informal, akan tetapi memberikan dampak dan impact yang baik terkait dengan perubahan pengurangan stunting,”tandas Sinoeng.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








