Libatkan Peran Orang Tua Dalam Pelaksanaan IKM di SMP

AKURAT.CO, SALATIGA, Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) SMP di Kota Salatiga bukan menjadi tanggung jawab dari bapak ibu guru dan peserta didik saja. Melainkan harus ada peran aktif dari orang tua siswa dalam mewujudkan pembelajaran merdeka belajar.
Hal tersebut disampaikan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi usai memberikan arahan kepada 70 guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) baik negeri maupun swasta di Salatiga dalam mengikuti Rapat Koordinasi Sinkronisasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) SMP tahun 2023 di Kota Salatiga. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Ganesa, Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Selasa (12/09/2023).
Menurutnya, pembelajaran di sekolah tidak hanya menjadi tugas dari bapak ibu guru dan sekolah, namun melibatkan siswa sebagai pelaku dan juga dipertemukan dengan orang tua siswa.
Baca Juga: Komitmen Dukung Program Pemerintah Pusat, Mbak Ita Kembali Bawa Kota Semarang Raih Penghargaan
“Pertemuan dengan orang tua bukan hanya saat terima raport saja, atau saat sedang ada event saja, melainkan ada slot(waktu) kosong sehingga kita akan bisa menyatukan langkah bahwa merdeka belajar harus terlaksana bersama-sama. Menjadi satu gerak bersama dengan orang tua dan anak anak. Pembahasan tentang sharing of experience tentang kurikulum merdeka menjadi sangat strategis, setidaknya kita bisa me-recharge pemahaman perspektif terhadap konsep ini terhadap tataran implementasi atau pelaksanaan seperti apa,” jelas Sinoeng.
Dirinya berharap akan muncul tempat atau wadah kreatif di dalam sekolah ataupun saat pembelajaran bersama gurunya.
“Saya mengingatkan bahwa nantinya akan muncul kreativitas yang mendasarkan pada kontekstual dimana sekolah itu diterapkan namun juga akan berisi keragaman konten-konten kreatif di dalamnya,”harapnya.
Baca Juga: Kemeriahan BCA Expo 2023 Semarang Segera Hadir, Catat 16-17 September di Marina Convention Center
Sinoeng juga mengatakan bahwa prestasi peserta didik tidak hanya diukur dari satu mata pelajaran/kemampuan akademik saja, namun bisa diukur dari potensi atau kemampuan diluar akademik siswa.
“Orang tua tahu potensi anak mungkin ada di olahraga, seni musik, atau yang lainnya. Mungkin ada pelajaran yang barang kali tidak sesuai dengan ekspetasi orang tua dan itu tidak menjadi kendala dan persoalan, karena sekolah memberikan fasilitas itu. Disisi lain orang tua juga tahu, sekolah memberikan kesempatan kepesertaan anak untuk mengikuti kompetisi-kompetisi pada level sekolah maupun di luar sekolahnya. Sehingga pada saat pertemuan yang sama kedepannya, yang menjadi narasumber bisa bapak ibu guru yang mengampu penerapan konsep pembelajaran Merdeka Belajar tersebut, sehingga kita bisa sharing, tumbuh dan meningkatkan outcome, benefit , dan impact pada anak didik,”tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal





