Komitmen Dukung Program Pemerintah Pusat, Mbak Ita Kembali Bawa Kota Semarang Raih Penghargaan

AKURAT.CO,SEMARANG - Berkat komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam mendukung kebijakan Pemerintah Pusat di Kota Semarang, Wali kota Hevearita Gunaryanti Rahayu kembali menuai sejumlah penghargaan. Wanita yang akrab Mbak Ita tersebut membawa Kota Semarang memperoleh penghargaan sebagai daerah yang peduli penanganan stunting dan layak anak.
Wali kota perempuan pertama di kota Semarang tersebut menyampaikan terima kasih atas apresiasi apresiasi tersebut.
"Ini supporting kami untuk bisa bergerak lebih cepat, syukur-syukur nanti di 2024 sudah zero stunting sungguh luar biasa. Kami memang menekankan pada seluruh masyarakat untuk bergerak bersama cegah stunting," tutur Mbak Ita, Senin malam (11/9/2023) di Jakarta.
Baca Juga: Kemeriahan BCA Expo 2023 Semarang Segera Hadir, Catat 16-17 September di Marina Convention Center
Kota Semarang dinilai optimal dalam upaya percepatan penurunan stunting yang holistik, integratif dan bersinergi dengan pemangku kepentingan. Menteri PPPA Bintang Puspayoga menyerahkan langsung penghargaan tersebut di hadapan Wakil Presiden Maruf Amin, presiden RI ke - 5 Megawati Soekarnoputri, serta sejumlah menteri Kabinet Gotong-royong yang hadir pada malam puncak perayaan HUT ke-12 Kompas TV.
Stunting menjadi salah satu fokus pemerintahannya karena selaras dengan target dari Presiden Jokowi dalam mempersiapkan Generasi Indonesia Emas 2045.
"Kalau anak-anak masih stunting, Indonesia emas 2045 tidak akan tercapai, Kota Semarang sendiri ke depan juga akan kesulitan bersaing," imbuhnya.
Sehingga pihaknya berharap dengan penghargaan ini akan menjadi supporting supaya Pemerintah kota Semarang dan semua pihak semakin dapat berkolaborasi, bersinergi dan tetap bergerak bersama, selaras program Presiden Jokowi baik untuk penanganan stunting, penanganan kemiskinan ekstrem, maupun infrastruktur.
Baca Juga: Indonesia U23 Kalah Lawan Turkmenistan, Masih Bisa Lolos Piala Asia U23 2024, Ini Syarat Kelolosan
Mbak Ita diangap sukses dengan upaya penurunan angka stunting di Kota Semarang melalui beberapa inovasi program seperti Rumah Pelita (Rumah Penanganan Stunting Lintas Sektor bagi Baduta) hingga program Milenial Gotong Royong Atasi Stunting (Melon Musk). Dirinya juga berkontribusi aktif dalam pembuatan buku resep masakan untuk mencegah stunting. Berkat inovasinya, Kota Semarang juga meraih Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Utama 2023. Ini adalah kali pertama dalam sejarah memperoleh predikat tertinggi, di mana sebelumnya hanya memperoleh penghargaan KLA kategori Nindya.
Di samping penghargaan dari Kompas TV, awal September ini Pemerintah Kota Semarang juga memperoleh penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri. Apresiasi tersebut diberikan atas dukungan Pemerintah Kota Semarang dalam Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih Tahun 2023.
Kepala Kesbangpol Kota Semarang Sapto Adi Sugiharto mewakili Wali kota untuk menerima penghargaan dari Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) John Wempi Wetipo, pada Jumat, 8 September di Kemendagri Jakarta Pusat.
Baca Juga: Mbak Ita Akan Luncurkan Program Khusus Agar Korban KDRT dan Pelecehan Seksual Berani Bersuara
Penganugerahan penghargaan tersebut terbilang istimewa, karena penghargaan hanya diberikan kepada 5 Pemerintah Provinsi, 9 Pemerintah Kabupaten dan 5 Pemerintah Kota, termasuk Kota Semarang. Di mana di Kota Semarang sendiri tercatat sebanyak 32 ribu bendera dibagikan bagi warga untuk memperingati HUT kemerdekaan ke-78 RI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







