Ternyata Ini 4 Kebiasaan Parenting Jaman Dulu yang Sudah Tidak Relevan di Masa Sekarang

AKURAT.CO Semarang, Keluarga - Peran orang tua dalam mendidik anak sangatlah penting. Namun, dengan perubahan zaman, pendekatan dalam parenting juga berubah.
Beberapa kebiasaan parenting jaman dulu sudah tidak cocok untuk jaman sekarang dan bahkan dapat menjadi tidak efektif atau bahkan berpotensi merugikan anak.
Berikut adalah empat kebiasaan parenting jaman dulu yang tidak cocok untuk jaman sekarang:
Penghukuman Fisik atau Punishment yang Keras
Di masa lalu, seringkali orang tua menggunakan hukuman fisik seperti memukul atau mencubit anak sebagai cara untuk mendidik mereka.
Namun, dalam era modern ini, penelitian telah menunjukkan bahwa penghukuman fisik dapat berdampak negatif pada perkembangan anak, termasuk menimbulkan efek traumatis.
Lebih baik untuk menerapkan konsekuensi yang efektif dan membangun hubungan berdasarkan komunikasi dan pengertian.
Memberikan Tekanan Berlebih pada Prestasi Akademik
Pada masa lalu, prestasi akademik sering menjadi fokus utama dalam mendidik anak.
Anak-anak diberi tekanan untuk mencapai nilai tinggi dan memenangkan perlombaan akademik.
Namun, dalam jaman sekarang, penting untuk memahami bahwa anak memiliki kebutuhan dan minat yang berbeda-beda.
Anak perlu diberi kesempatan untuk mengembangkan minatnya secara menyeluruh, termasuk dalam bidang olahraga, seni, atau kegiatan lainnya.
Tidak Membuka Ruang Untuk Ekspresi Emosi
Di masa lalu, seringkali anak-anak diminta untuk menahan atau menyembunyikan emosi mereka.
Anak-anak dipaksa untuk tunduk pada norma-norma sosial yang menuntutnya untuk tidak menunjukkan emosi yang negatif seperti kesedihan, marah, atau kelemahan.
Namun, dalam jaman sekarang, penting untuk membiarkan anak mengekspresikan emosi mereka dengan cara yang sehat.
Membiarkan anak mengungkapkan dan memahami emosi mereka dapat membantu mereka mengembangkan pemahaman tentang diri mereka sendiri dan belajar mengelola emosi dengan baik.
Membandingkan Anak dengan Lainnya
Salah satu kebiasaan parenting jaman dulu adalah membandingkan anak dengan anak lain.
Orang tua sering menggunakan kata-kata seperti "kenapa kamu tidak seperti anak tetangga yang pintar?" atau "lihat, adikmu bisa melakukannya, tapi kamu tidak bisa".
Hal ini dapat sangat merugikan bagi perkembangan anak, karena mereka merasa tidak berharga dan tidak mampu.
Lebih baik fokus pada kelebihan dan kemampuan masing-masing anak, dan memberikan dukungan dan dorongan yang positif untuk mereka berkembang.
Tidak ada pendekatan parenting yang sempurna, namun penting untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Kebiasaan parenting jaman dulu tidak selalu cocok dan dapat berdampak negatif pada perkembangan anak.
Hindari penghukuman fisik, memberikan tekanan berlebih pada prestasi akademik, tidak membuka ruang untuk ekspresi emosi, dan membandingkan anak dengan lainnya.
Dengan mengubah kebiasaan parenting untuk yang lebih modern dan adaptif, orang tua dapat memberikan lingkungan dan dukungan yang positif bagi perkembangan anak masa kini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?



