Geger! Korut Nyatakan Status Senjata Nuklir Tak Bisa Diganggu Gugat, Sebut AS Kuno dan Provokatif!

JATENG.AKURAT.CO, Korea Utara (Korut) kembali menggemparkan dunia. Melalui misi permanennya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Korut secara tegas menyatakan bahwa statusnya sebagai negara bersenjata nuklir tidak bisa lagi diubah.
Mereka menuding Amerika Serikat (AS) memiliki pandangan "kuno" dalam hal denuklirisasi.
Pernyataan ini jelas memperkeruh ketegangan geopolitik yang sudah ada.
Baca Juga: Ngeri! Korban Tewas Demo di Nepal Bertambah, Pemerintah Janjikan Kompensasi dan Perawatan Gratis!
Status Tak Terbantahkan
Kantor berita resmi Korut, KCNA, melaporkan bahwa misi permanen Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) untuk PBB di Wina mengeluarkan pernyataan yang sangat provokatif.
Mereka menyebut, "Posisi Republik Rakyat Demokratik Korea sebagai negara bersenjata nuklir yang telah ditetapkan secara permanen dalam hukum tertinggi dan dasar negara, telah menjadi tidak dapat diubah."
Pernyataan ini bukan sekadar gertakan. Ini adalah penegasan posisi Korut yang menganggap kepemilikan senjata nuklir sebagai bagian dari kedaulatan dan hukum dasar negara mereka.
Dengan kata lain, mereka tidak akan menyerahkan program nuklir mereka, tidak peduli seberapa besar tekanan internasional.
Baca Juga: Waspada! Mode Incognito Ternyata Tidak Aman! Ini 5 Fakta Mengejutkan yang Bikin Privasi Terancam
Nuklir Sebagai "Pilihan Tak Terhindarkan"
Pyongyang juga tidak segan-segan mengkritik upaya AS untuk denuklirisasi.
Mereka menyebut desakan AS tersebut sebagai "tindakan provokatif" yang mencampuri urusan internal mereka.
Korut berdalih bahwa senjata nuklir adalah "pilihan yang tak terhindarkan" untuk melindungi diri dari ancaman nuklir AS.
Mereka melihat program nuklir mereka sebagai satu-satunya jaminan keamanan di tengah ketegangan yang terus berlanjut di Semenanjung Korea.
Pernyataan dari Korut ini membuat upaya diplomasi untuk mengurangi ketegangan di kawasan tersebut semakin sulit.
Dunia kini menanti langkah-langkah selanjutnya, baik dari AS maupun komunitas internasional, untuk merespons sikap tegas Pyongyang ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?




