Kolaborasi BPJS, Wujudkan Generasi Sehat melalui Sosialisasi P5RA di MAN 1 Semarang

AKURAT.CO UNGARAN, BPJS Kesehatan Cabang Ungaran kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan, telah sukses menyelenggarakan sosialisasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil’alamin (P5RA) di MAN 1 Semarang pada Senin (16/12).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas X hingga XII mengenai pentingnya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat menjadi agen perubahan dalam mengkampanyekan pentingnya memiliki perlindungan kesehatan.
Helina Pancawardhani, salah satu guru di MAN 1 Semarang Kabupaten Semarang, didaulat untuk membuka acara Sarasehan dan Sosialisasi BPJS dalam Rangka Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5RA).
Kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan pentingnya jaminan sosial kepada para siswa.
Helina sebagai pembuka acara ini menggantikan Kepala Sekolah yang berhalangan hadir.
Dalam sambutannya, Helina menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut.
“Saya sangat bangga dan terharu melihat antusiasme para siswa dalam mengikuti acara ini. Semoga kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya jaminan sosial,” ujarnya.
Helina juga menyampaikan harapannya agar para siswa dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dari sosialisasi ini dalam kehidupan sehari-hari.
“Jaminan sosial bukan hanya sekadar materi pelajaran, tetapi juga merupakan bagian dari nilai-nilai kemanusiaan. Saya berharap kalian semua dapat menjadi generasi muda yang peduli terhadap sesama dan memahami pentingnya gotong royong,” imbuhnya.
Lina juga berharap melalui sosialisasi ini, siswa diajak untuk memahami mekanisme kerja JKN, mulai dari proses pendaftaran, tata cara pembayaran iuran, hingga alur pelayanan kesehatan bagi para peserta.
Siswa juga diperkenalkan berbagai inovasi yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Sementara dalam kesempatan tersebut, Hariyatni, selaku Kepala Bagian Mutu Pelayanan Kepesertaan Cabang Ungaran, dalam sambutannya, menekankan pentingnya mengenalkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak dini kepada siswa.
Menurutnya, pemahaman yang baik tentang hak dan kewajiban dalam program JKN akan sangat bermanfaat bagi siswa ketika mereka memasuki dunia kerja kelak.
“Dengan mengenalkan JKN sejak di sekolah, kita berharap siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang sadar akan pentingnya jaminan sosial. Mereka akan memahami bahwa kesehatan adalah hak setiap individu dan negara memiliki program untuk menjamin hal tersebut,” ujar Ninik.
Sosialisasi JKN di sekolah merupakan langkah strategis untuk menjangkau generasi muda.
Siswa sebagai agen perubahan memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi mengenai JKN kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Selain itu, dengan memahami JKN sejak dini, siswa akan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan, terutama terkait dengan kesehatan.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin menanamkan kesadaran pada siswa bahwa JKN bukan hanya sekadar program pemerintah, tetapi juga merupakan investasi untuk masa depan mereka. Dengan memiliki perlindungan kesehatan, mereka dapat lebih fokus pada pendidikan dan pengembangan diri,” tambah Ninik.
Diterangkan jika sosialisasi JKN di sekolah dapat terus dilakukan secara rutin.
“Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas sosialisasi dan menjangkau lebih banyak sekolah. Tujuan kami adalah agar seluruh siswa di Kabupaten Semarang memahami dan memanfaatkan program JKN dengan baik,” ujar Ninik.
Para siswa yang mengikuti sosialisasi menyambut antusias materi yang disampaikan.
Mereka mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang JKN.
“Saya baru tahu kalau ternyata banyak sekali manfaat dari JKN. Saya akan coba ajak keluarga saya untuk ikut mendaftar,” ujar Zahra, salah satu peserta sosialisasi.
Derri, salah satu staf BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ungaran, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam program JKN saat ini adalah sosialisasi yang belum merata ke seluruh lapisan masyarakat.
Masih banyak masyarakat yang belum memahami secara lengkap mengenai hak dan kewajiban sebagai peserta JKN.
“Meskipun program JKN terus berkembang, sosialisasi ke masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah yang besar. Ada beberapa daerah yang masih belum tersentuh secara maksimal, sehingga pengetahuan masyarakat tentang JKN masih sangat terbatas,” ungkap Derri.
Melalui sosialisasi ini, siswa tidak hanya memahami konsep dasar JKN, tetapi juga mekanisme pelaksanaannya.
Mereka diajak untuk berperan aktif dalam menyebarkan informasi tentang JKN kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk meningkatkan cakupan kepesertaan JKN dan mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time



